This study aims to analyze the influence of herding behavior and mental accounting on investment performance with Fear of Missing Out (FoMO) as a mediating variable among retail investors in Indonesia. From the perspective of behavioral finance, psychological biases play an important role in influencing the investment decision-making process, which ultimately affects investment performance. Herding behavior reflects investors’ tendency to follow the decisions or actions of other investors, while mental accounting refers to individuals’ tendency to categorize and evaluate financial decisions separately rather than holistically. Meanwhile, FoMO describes the fear or anxiety of missing out on potentially profitable investmentopportunities, which may encourage impulsive decision-making.This study employs a quantitative approach using primary data collected through the distribution of questionnaires to retail investors in Indonesia. Data analysis is conducted using Structural Equation Modeling (SEM) to examine both direct and indirect relationships among variables. The results of the study are expected to show that herding behavior and mental accounting significantly influence investment performance, both directly and indirectly through FoMO as a mediating variable. In particular, higher levels of herding behavior and mental accounting bias are predicted to increase FoMO, which in turn affects investment performance.
This research is expected to contribute to the development of behavioral finance literature, particularly in the context of emerging markets such as Indonesia. Practically, the findings of this study may provide insights for retail investors to better understand the psychological biases that influence investment performance, thereby encouraging more rational and informed investment decision-making.This research is expected to contribute to the development of behavioral finance literature, particularly in the context of emerging markets such as Indonesia. Practically, the findings of this study may provide insights for retail investors to better understand the psychological biases that influence investment performance, thereby encouraging more rational and informed investment decision-making.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh herding behavior dan mental accounting terhadap kinerja investasi dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai variabel mediasi pada investor ritel di Indonesia. Dari perspektif keuangan perilaku, bias psikologis memiliki peran penting dalam memengaruhi proses pengambilan keputusan investasi yang pada akhirnya berdampak pada kinerja investasi. Herding behavior mencerminkan kecenderungan investor untuk mengikuti keputusan atau tindakan investor lain, sedangkan mental accounting mengacu pada kecenderungan individu untuk mengkategorikan dan mengevaluasi keputusan keuangan secara terpisah, bukan secara menyeluruh. Sementara itu, FoMO menggambarkan ketakutan atau kecemasan kehilangan peluang investasi yang potensial menguntungkan, yang dapat mendorong pengambilan keputusan secara impulsif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh herding behavior dan mental accounting terhadap kinerja investasi dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai variabel mediasi pada investor ritel di Indonesia. Dari perspektif keuangan perilaku, bias psikologis memiliki peran penting dalam memengaruhi proses pengambilan keputusan investasi yang pada akhirnya berdampak pada kinerja investasi. Herding behavior mencerminkan kecenderungan investor untuk mengikuti keputusan atau tindakan investor lain, sedangkan mental accounting mengacu pada kecenderungan individu untuk mengkategorikan dan mengevaluasi keputusan keuangan secara terpisah, bukan secara menyeluruh. Sementara itu, FoMO menggambarkan ketakutan atau kecemasan kehilangan peluang investasi yang potensial menguntungkan, yang dapat mendorong pengambilan keputusan secara impulsif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh herding behavior dan mental accounting terhadap kinerja investasi dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai variabel mediasi pada investor ritel di Indonesia. Dari perspektif keuangan perilaku, bias psikologis memiliki peran penting dalam memengaruhi proses pengambilan keputusan investasi yang pada akhirnya berdampak pada kinerja investasi. Herding behavior mencerminkan kecenderungan investor untuk mengikuti keputusan atau tindakan investor lain, sedangkan mental accounting mengacu pada kecenderungan individu untuk mengkategorikan dan mengevaluasi keputusan keuangan secara terpisah, bukan secara menyeluruh. Sementara itu, FoMO menggambarkan ketakutan atau kecemasan kehilangan peluang investasi yang potensial menguntungkan, yang dapat mendorong pengambilan keputusan secara impulsif.
Kata Kunci : herding behavior, mental accounting, Fear of Missing Out (FoMO), kinerja investasi, investor ritel, keuangan perilaku