Reaksi Pasar Modal terhadap Pengumuman Danantara Indonesia
ANNIDA MUFIDATUNNISA, Prof. Jogiyanto Hartono M, Prof., Dr., MBA., Ak., CMA., CA.,
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji reaksi pasar modal
terhadap serangkaian pengumuman pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya
Anagata Nusantara (Danantara) dengan cara menganalisis return taknormal (abnormal
return) di sekitar tanggal pengumuman. Fokus reaksi pasar yang diuji dalam
penelitian ini mencakup saham-saham BUMN, anak usaha, serta perusahaan swasta
yang memiliki keterkaitan dengan pengurus Danantara. Penelitian ini menggunakan
metodologi studi peristiwa (event study) dengan
sampel berbeda untuk setiap peristiwa, 29 perusahaan pada peristiwa pertama, 11
perusahaan pada peristiwa kedua dan 22 perusahaan pada peristiwa ketiga.
Periode pengamatan ditetapkan selama 7 haru, meliputi 3 hari sebelum peristiwa
dan 3 hari setelah peristiwa. Pengujian hipotesis kemudian dilakukan dengan
menggunakan uji parametik one sample
T-test dan non-parametrik Wilcoxon
Signed Rank Test.
Penelitian ini membagi reaksi pasar ke dalam tiga hipotesis
berdasarkan tiga peristiwa utama. Hasil penelitian menunjukkan adanya reaksi
pasar yang dinamis. Peristiwa pertama, yaitu pengesahan undang-undang
Danantara, menghasilkan reaksi positif signifikan secara tertunda. Hal ini
menunjukkan sikap kehati-hatian investor dalam memproses informasi regulasi yang kompleks hingga
pada akhirnya menjadi sinyal
positif karna adanya sebuah inovasi keuangan. Peristiwa kedua, yaitu peresmian
Danantara, ditemukan adanya return taknormal
negatif yang signifikan. Reaksi negatif ini mencerminkan kecemasan pasar
terhadap risiko implementasi dan kompleksitas struktur kelembagaan ganda
Danantara. Peristiwa ketiga, yaitu pengumuman pengurus Danantara, tidak
ditemukan reaksi positif, melainkan terjadi pembalikan sentiment menjadi reaksi
negatif yang signifikan pada saat pengumuman. Hal ini menunjukkan bahwa
kredibilitas figur pengurus saja tidak cukup meyakinkan pasar karena minimnya
rincian strategi.
This study aims to examine
the capital market
reaction to a series of announcements
regarding the establishment of the Daya Anagata
Nusantara (Danantara) Investment Management Agency by analyzing
abnormal returns surrounding the announcement dates. The research scope focuses
on State-Owned Enterprises (SOEs) stocks, their subsidiaries and private companies affiliated with Danantara’s board members. Employing an
event study methodology, the analysis utilizes distinct samples for each event: 29 companies for the first event, 11 for the second,
and 22 for the third.
The observation window
is set at 7 days,
spanning 3 days before
and 3 days after each event. Hypotheses were tested using the parametric one
sample t-test and the non-parametic wilcoxon signed rank test.
The findings reveal a dynamic
market response across the three distinct events.
The enactment of the Danantara law elicited a significant, albeit
delayed, positive reaction. This suggests investor caution in processing
complex regulatory information, which was ultimately perceived as a positive
signal of financial innovation. Conversely, the inauguration of Danantara
triggered significant negative abnormal returns, reflecting market apprehension
regarding implementation risks and
the complexity of the agency’s dual institutional structure.
Finally, the announcement of Danantara’s board members failed to
generate a positive reaction. Instead,
it resulted in a sentiment
reversal marked by a significant negative reaction. This indicates that the credibility of
the appointed figures alone was insufficient to mitigate market uncertainty in
the absence of detailed strategic clarity.
Kata Kunci : Reaksi Pasar, Studi Peristiwa, Sovereign Wealth Fund, Abnormal return, Danantara