Laporkan Masalah

STUDI PENGORGANISASIAN DAN PENGGERAKAN PERSONAL PADA MANAJEMEN PERSEMAIAN (Studi Kasus Persemaian Pinus merkusii di BKPH Karangkobar KPH Banyumas Timur)

CAHYANITA UTAMI, Ir. Djoko Suhamo Radite, M . S

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini dilaksanakan di Persemaian Pinus merkusii di BKPH Karangkobar KPH Banyumas Timur dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan teknis pekeijaan pada kegiatan pengadaan bibit, sistem pengorganisasian tenaga kerja, prestasi keija, kebutuhan HOK, kebutuhan tenaga kerja dan proses penggerakan personal pada kegiatan pengadaan bibit. Data prestasi kerja diperoleh dengan pengukuran waktu kerja dengan metode continuous timing dan dianalisis secara kuatitatif, sedangkan data jenis dan teknis, sistem pengorganisasian dan sistem penggerakan diperoleh dari laporan, wawancara dan pengamatan serta dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Jenis dan teknis pekeijaan dan prestasi kerja yang dinyatakan dalam 1 HOK pada penyelenggaraan persemaian adalah penaburan 10,043 bedeng, pencampuran media sapih dan pengangkutan ke bedeng sapih 10,45 m3, pengisian kantong plastik 664,558 kantong plastik, penyapihan 3,059 bedeng, penyiangan 8,98 bedeng, penyiraman 51,31 bedeng, penyulaman 3.201,5 semai, seleksi bibit 2.053 semaian dan pengepakan 490,87 semai. Total kebutuhan HOK untuk mencapai target sebesar 618.250 bibit siap tanam adalah sebesar 6.405,338 HOK. Alokasi tenaga kerja terbanyak pada bulan November dan bulan Januari. Pola pengorganisasian tenaga kerja langsung dilaksanakan oleh tenaga keija harian. Pola pengorganisasian tenaga keija langsung yang diterapkan adalah departemenisasi dan pembagian keija berdasarkan fungsi, pelimpahan wewenang yang diterapkan merupakan gabungan antara wewenang lini dan wewenang staf, jenjang pengawasan atas 1 : 5, jenjang pengawasan di tingkat bawah 1 : 4 - 20 dan jenjang pengawasan yang diterapkan meliputi tiga tingkat. Penempatan tenaga kerja dilakukan sesuai dengan pendidikan, pengalaman dan keahlian. Koordinasi yang dilakukan antara KBKPH, KRPH dan Mandor sudah cukup efektif. KBKPH melakukan komunikasi dengan KRPH dan Mandor dengan komunikasi tatap muka, penulisan memo dan dari laporan yang diberikan kepadanya. Dalam struktur organisasi persemaian tenaga keija tidak memperoleh motivasi yang berupa incentive maupun uang lembur.

Kata Kunci : Persemaian, Prestasi kerja, Pengorganisasian, Penggerakan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Tabel_of_Contet.pdf  
  4. Title.pdf