KARAKTERISTIK HABITAT ELANG BIDO ( Spilornis cheela bido Horsf.) DI HUTAN WANAGAMAI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
ASTRI MEIRANI MULYONO PUTRI, Dr. Ir. Djuwantoko,M.Sc.; Ir. Soewamo Hasanbahri, MS.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANElang Bido merupakan jenis burung pemangsa {raptor ) yang berperan menjaga keseimbangan populasi prey (hewan mangsa). Degradasi dan fragmentasi habitat menjadikan jenis ini terancam punah. Undang-undang yang melarang perburuan dan perdagangan satwa ini, belum mampu melindungi populasi dan habitatnya di alam. Hutan Wanagama I merupakan hasil rehabilitasi lahan kritis yang telah mampu menyediakan habitat bagi satwa liar, termasuk Elang Bido. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergerakan harian Elang Bido di dalam kawasan hutan Wanagama I, beserta karakteristik habitatnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pengelolaan hutan Wanagama I, untuk lebih memperhatikan potensi satwa liar yang hidup disana. Untuk memenuhi tujuan tersebut dilakukan beberapa metode pendekatan: (1) pengamatan pergerakan harian Elang Bido menggunakan metode pengamatan melihat kebawah dari titik pengamatan yang menguntungkan, (2) pengumpulan data sekunder komponen habitat abiotik, (3) pengamatan serta pengukuran struktur dan komposisi vegetasi penyusun kawasan hutan Wanagama I. Data pergerakan harian menunjukkan aktivitas Elang Bido pada kawasan hutan Wanagama I. Data struktur dan komposisi vegetasi dihitung kerapatan/ha untuk tiap jenis pohon dan sapling, kerapatan tumbuhan bawah, persentase penutupan tajuk, dan persentase tipe penutupan tanah. Hutan Wanagama I digunakan sebagai tempat beristirahat dan berlindung Elang Bido. Hutan Wanagama I oleh Elang Bido sebagian digunakan secara intensif dan sebagian yang lain digunakan secara kurang intensif. Kawasan intensif memiliki topografi berbukit-bukit terjal, dengan kerapatan pohon dan sapling sebesar 1326,388 individu/ha, kerapatan tumbuhan bawah 876,761 individu/ha, persentase penutupan tajuk 77,628%, dan tipe penutupan tanah yang dominan adalah seresah 46,972%. Kawasan kurang intensif secara umum memiliki topografi berbukit-bukit teijal hingga landai, dengan kerapatan pohon dan sapling sebesar 586,229 individu/ha, kerapatan tumbuhan bawah 1104,950 individu/ha, persentase penutupan tajuk 37,374%, dan tipe penutupan tanah yang dominan adalah semak 25,966%.
Kata Kunci : karakteristik habitat, raptor, Wanagama I