EKSPLOITASI PEKERJA DALAM TAARUF DARING (Studi Kasus Praktik Eksploitasi Pekerja Pada Biro Jodoh Rumaysho)
Millenia Qurrotun Aini, Dr. Mufti Nurlatifah, S.I.P., M.A.
2026 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiPerkembangan penetrasi internet di Indonesia telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk cara masyarakat menjalankan praktik keagamaan dan membangun relasi pernikahan. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah munculnya platform taaruf daring yang menawarkan proses pencarian pasangan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Kehadiran platform ini tidak hanya mencerminkan proses mediatisasi agama di ruang digital, tetapi juga menunjukkan bagaimana aktivitas keagamaan, interaksi sosial, dan layanan perjodohan berlangsung melalui sistem platform digital. Dalam praktiknya, berbagai aktivitas yang terjadi di dalam platform, baik yang dilakukan oleh pengelola maupun pengguna, turut menghasilkan data, perhatian, dan konten yang terus diproduksi serta dimanfaatkan oleh institusi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana praktik kerja dalam penyelenggaraan taaruf daring pada Biro Jodoh Rumaysho berlangsung serta kemungkinan adanya dinamika eksploitasi pekerja di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal yang merujuk pada model penelitian studi kasus Robert K. Yin. Kerangka pemikiran penelitian disusun berdasarkan konsep digital labor dari Christian Fuchs yang memandang bahwa aktivitas digital pada platform dapat menjadi bagian dari proses produksi nilai ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kerja dalam ekosistem taaruf daring dapat dipahami melalui tiga kecenderungan utama, yaitu keterasingan dalam penguasaan dan pemanfaatan kerja digital, keterlibatan pengguna dalam aktivitas promosi yang tidak selalu dipahami sebagai kerja, serta intensitas aktivitas digital yang berlangsung tanpa batas waktu yang tegas. Ketiga dinamika tersebut memperlihatkan bahwa produksi nilai dalam platform terjadi melalui keterlibatan berbagai aktor, sementara pengelolaan sistem dan pemanfaatan nilai tetap terpusat pada institusi penyelenggara.
The development of internet penetration in Indonesia has brought changes in various aspects of social life, including how people practice religion and build marital relationships. One such change is the emergence of online taaruf platforms that offer a process of finding a life partner based on Islamic values. The presence of these platforms not only reflects the mediatization of religion in the digital space, but also shows how religious activities, social interactions, and matchmaking services take place through digital platform systems. In practice, various activities that occur within the platform, whether carried out by administrators or users, generate data, attention, and content that are continuously produced and utilized by institutions. This study aims to understand how work practices in the implementation of online taaruf at the Rumaysho Matchmaking Agency take place and the possibility of worker exploitation dynamics within it. This study uses a qualitative approach with a single case study method that refers to Robert K. Yin's case study research model. The research framework is based on Christian Fuchs' concept of digital labor, which views digital activities on platforms as part of the process of economic value production. The results of the study show that the dynamics of work in the online taaruf ecosystem can be understood through three main trends, namely alienation in the control and utilization of digital work, user involvement in promotional activities that are not always understood as work, and the intensity of digital activities that take place without clear time limits. These three dynamics show that value production on the platform occurs through the involvement of various actors, while system management and value utilization remain centralized in the organizing institution.
Kata Kunci : digital labor, eksploitasi pekerja, taaruf daring, platform digital