DAMPAK ADOPSI MOBILE BANKING DAN INOVASI DIGITAL TERHADAP PROFITABILITAS BANK DI ASEAN-FIVE
Amira Budi Mutiara, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D., CFP., CACP.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri keuangan dan mendorong bank-bank di ASEAN-Five untuk berinovasi di tengah meningkatnya persaingan dari perusahaan fintech. Penelitian ini menganalisis pengaruh inovasi digital terhadap profitabilitas bank di ASEAN-Five (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) dengan menggunakan data panel kuartalan 33 bank umum yang terdaftar selama periode 2010-2024. Dua pendekatan digunakan, yaitu analisis regresi variabel dummy sebelum-setelah untuk menguji dampak jangka pendek adopsi mobile banking serta regresi data panel untuk menilai dampak jangka panjang investasi digital yang diproksikan melalui pertumbuhan aset tidak berwujud dan rasio perubahannya terhadap total aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi mobile banking tidak memberikan dampak signifikan terhadap Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) dalam tiga tahun setelah implementasi, yang mencerminkan tingginya biaya investasi awal dan inefisiensi transisional, sejalan dengan productivity paradox dan efek J-curve. Sebaliknya, dalam jangka panjang, inovasi digital yang diukur dengan proxy pertumbuhan investasi aset tidak berwujud yang berkelanjutan dan proporsional terbukti meningkatkan profitabilitas bank, sementara ekspansi digital yang terlalu cepat, yakni melebihi pertumbuhan total aset, justru berdampak negatif. Temuan ini mendukung Financial Innovation Theory, Cost Efficiency Theory, dan Resource-Based View (RBV), serta menegaskan bahwa transformasi digital merupakan katalis bertahap namun esensial dalam mendorong profitabilitas berkelanjutan dan daya saing perbankan di kawasan ASEAN.
The rapid advancement of digital technology has reshaped the financial industry and compelled banks across the ASEAN-Five to innovate amid intensifying competition from fintech firms. This study examines the impact of digital innovation on bank profitability in the ASEAN-Five (Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, and the Philippines) using quarterly panel data from 33 listed commercial banks over the period 2010-2024. Two models are employed: a dummy-variable before-after regression to assess the short-term effects of mobile banking adoption and a panel data regression to evaluate the long-term impact of digital investment, proxied by intangible asset growth and its ratio-based change relative to total assets. The findings indicate that mobile banking adoption does not significantly affect Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) within three years after implementation, reflecting high initial investment costs and transitional inefficiencies, consistent with the productivity paradox and the J-curve effect. In contrast, sustained and proportionate investment in intangible assets significantly enhances bank profitability in the long run, while excessively rapid digital expansion exerts a negative effect. These findings support the Financial Innovation Theory, Cost Efficiency Theory, and the Resource-Based View (RBV), underscoring that digital transformation serves as a gradual yet essential catalyst for achieving sustainable profitability and strengthening competitiveness in the ASEAN banking sector.
Kata Kunci : Inovasi digital, mobile banking, profitabilitas perbankan