Peran Job Autonomy dan Perceived Organizational Support terhadap Job Flourishing pada Karyawan Generasi Z
Rossa Razhmi Gitanjani, Dr. Rizqi Nur'aini A' yuninnisa, S.Psi., M.Sc.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut organisasi untuk
tidak hanya berfokus pada kinerja, tetapi juga pada kesejahteraan karyawan,
khususnya pada Generasi Z yang memiliki karakteristik, ekspektasi, dan
kebutuhan kerja yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Namun demikian,
masih terdapat ketidakjelasan mengenai sumber daya kerja yang paling relevan
dalam mendukung terciptanya kondisi job flourishing pada kelompok
karyawan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan job autonomy
dan perceived organizational support terhadap job flourishing
pada karyawan Generasi Z. Penelitian melibatkan 129 karyawan Generasi Z yang
bekerja penuh waktu di berbagai sektor kerja formal, berusia 20 - 28 tahun
dengan masa kerja minimal enam bulan. Penelitian dilakukan menggunakan
pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan metode survei. Pengumpulan
data dilakukan menggunakan Breaugh Work Autonomy Scales (BWA Scales), Perceived
Organizational Support Scale, dan Flourishing-at-Work Scale Short Form (FAWS-SF).
Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil
analisis menunjukkan bahwa perceived organizational support memiliki
peranan yang signifikan terhadap job flourishing, sedangkan job
autonomy tidak menunjukkan peranan yang signifikan. Meskipun job
autonomy berhubungan positif dengan job flourishing pada tingkat
korelasional, kontribusi uniknya menjadi tidak signifikan ketika dianalisis
secara simultan dengan perceived organizational support, yang
mengindikasikan adanya tumpang tindih varians antara kedua sumber daya kerja
tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa sumber daya kerja yang bersifat
relasional dan kontekstual, khususnya dukungan organisasi yang dirasakan oleh
karyawan, memiliki peranan yang lebih sentral dalam keterkaitannya dengan job
flourishing pada karyawan generasi Z.
The increasingly dynamic world of work requires
organizations to focus not only on performance, but also on employee
well-being, especially for Generation Z, who have different characteristics,
expectations, and work needs compared to previous generations. However, there
remains a lack of clarity regarding the most relevant labor resources in
supporting the creation of job flourishing conditions for this group of
employees. Accordingly,
this study aims to examine the role of job autonomy and perceived
organizational support in predicting job flourishing among Generation Z
employees. The study involved 129 Generation Z employees who worked full-time
in various formal employment sectors, aged 20-28 years old, with a minimum tenure
of six months. This study uses a non-experimental quantitative approach with a
survey method. Data collection was conducted using the Breaugh Work Autonomy
Scales (BWA Scales), Perceived Organizational Support Scale, and
Flourishing-at-Work Scale Short Form (FAWS-SF). The data were analyzed using
Structural Equation Modeling (SEM). The analysis results indicated that
perceived organizational support has a significant role on job flourishing,
while job autonomy does not show a significant role. Although job autonomy is positively
correlated with job flourishing, its unique contribution becomes insignificant
when analyzed simultaneously with perceived organizational support, indicating the
presence of shared variance between the two job resources. These findings underscore
that relational and contextual job resources, particularly perceived
organizational support, play a more central role in relation to job flourishing
among Generation Z employees.
Kata Kunci : job flourishing, job autonomy, perceived organizational support, generasi Z