Pikangkoang: Ritual Penyembuhan Untuk Kesehatan Holistik di Serewen, Yapen, Papua
Max Neles Awairaro, Dr. Samsul Maarif
2026 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Komunitas Serewen mempercayai bahwa penyembuhan tradisional mampu meningkatkan kesejahteraan fisik, mental dan spiritual mereka, dan juga kesejahteraan lingkungannya. Dalam perkembangan budaya komunitas Serewen, terdapat salah satu ritual yang dilestarikan dan dipraktekkan sampai saat ini. Ritual tersebut merupakan ajaran yang diturunkan oleh Yang Maha Kuasa (warakat) kepada leluhur dan diteruskan secara berkelanjutan oleh generasi komunitas Serewen saat ini. Ritual penyembuhan tradisional yang dimaksud adalah pikangkoang atau koang. Koang adalah rangkaian ritual khusus yang dilakukan oleh seorang ahli, “aisinankoang” untuk menolong individu yang mengalami kesakitan baik secara fisik, mental atau spiritual. Koang juga didefinisikan sebagai serangkaian gangguan kesehatan yang disebabkan oleh roh leluhur (piami) yang mendiami setiap lokasi suci (kammi) yang ada di Kampung Serewen.
Penelitian ini menguraikan kostruksi sosial komunitas Serewen, ajaran, tradisi dan praktik ritual penyembuhan koang, termasuk nilai-nilai budaya dan relevansinya dalam kehidupan komunitas Serewen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang mencakup observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Peneliti melakukan observasi dengan mengamati berbagai faktor, indikator, dan fenomena yang relevan dengan tema penelitian di lokasi penelitian.
Penelitian ini menemukan bahwa komunitas orang Serewen adalah keturunan dari para leluhur di Kepulauan Yapen dan sekitarnya. Sejak awal kemunculannya, para leluhur bertransformasi dari makhluk metafisik menjadi fisik. Sebelum membentuk komunitas dan menetap di satu tempat secara permanen, para leluhur hidup secara individual, komunal dan nomaden. Beberapa ajaran yang diwariskan oleh para leluhur kepada orang Serewen adalah tentang figur pemersatu marga (indoni) seperti yang maha kuasa (warakat), leluhur (piami), dukun (waha), tempat suci (kammi) rumah adat (yawa), dan ritual penyembuhan (pikangkoang). Koang bukan sekadar ritual untuk memulihkan kesehatan secara fisik saja melainkan, mental, spiritual dan alam. Proses ritual koang merupakan sebuah refleksi dari cara pandang komunitas Serewen dalam menghubungkan dimensi fisik, mental, spiritual dan alam disekitarnya. Tujuan ritual tidak hanya untuk mencapai kesembuhan individu tertetntu saja melainkan menciptakan keseimbangan dan kesejahteraan semua entitas yang ada.
The Serewen community believes that traditional healing can improve their physical, mental, and spiritual well-being, as well as the well-being of their environment. Within the cultural development of the Serewen community, there is a ritual that is preserved and practiced to this day. This ritual represents teachings passed down from the Almighty (warakat) to ancestors and is continuously passed down by the current generation of the Serewen community. The traditional healing ritual in question is called pikangkoang or koang. Koang is a series of special rituals performed by an expert, "aisinankoang," to help individuals experiencing physical, mental, or spiritual pain. Koang is also defined as a series of health disorders caused by ancestral spirits (piami) that inhabit each sacred location (kammi) in Serewen Village
This study describes the social construction of the Serewen community, the teachings, traditions, and practices of the koang healing ritual, including cultural values ??and their relevance to Serewen community life. This study employed qualitative methods, including observation, in-depth interviews, and literature review. The researchers conducted observations by observing various factors, indicators, and phenomena relevant to the research theme at the research location.
This research found that the Serewen community is descended from ancestors from the Yapen Islands and surrounding areas. Since their inception, the ancestors transformed from metaphysical to physical beings. Before forming communities and settling permanently in one place, the ancestors lived individually, communally, and nomadically. Some of the teachings passed down by the ancestors to the Serewen people concern unifying figures of the clan (indoni), such as the Almighty (warakat), ancestors (piami), shamans (waha), sacred places (kammi), traditional houses (yawa), and healing rituals (pikangkoang). Koang is not merely a ritual to restore physical health, but also mental, spiritual, and natural health. The koang ritual process reflects the Serewen community's perspective on connecting the physical, mental, spiritual, and natural dimensions. The purpose of the ritual is not only to achieve healing for a particular individual but also to create balance and well-being for all existing entities.
Kata Kunci : Ritual, Pikangkoang, penyembuhan, kesejahteraan.