STUDI SIFAT FISIS DAN MEKANIS BOVINE HYDROXYAPATITE (BHA) YANG DIDOPING DENGAN SERBUK ALUMINA
Muhamad Ghufron, Ir. Teguh Pudji Purwanto, MT
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINHydroxyapatite merupakan salah satu bahan biokeramik yang dapat digunakan dalam aplikasi biomedical karena memiliki biocompability dan osteoconductivity yang sangat baik. Hydroxyapatite sebagai matrik didapat dari tulang sapi dengan penguatnya partikel alumina yang merupakan keramik bionert yang tidak berpengaruh pada jaringan makluk hidup jika digunakan untuk implant. Pembuatan komposit hydroxyapatite-alumina ini dilakukan dengan metode powder metalurgy (PM). Uniaxial pressing sebesar 71 MPa untuk spesimen silinder dan 50 MPa untuk spesimen balok, pressureless sintering dengan laju 5°C/menit dan waktu tahan 2 jam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui suhu optimun sintering, pengaruh variasi suhu sintering terhadap densitas hydroxyapatite, pengaruh penambahan kandungan alumina dalam komposit hydroxyapatite alumina terhadap densitas, kekerasan dan kekuatan bending. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan semakin tinggi suhu sintering yaitu 900, 1000, 1100, 1200, dan 1300°C maka harga densitasnya meningkat masing-masing 1,852; 1,938; 2,137; 2,598; 2,835 gr/cm3, sehingga didapatkan suhu optimum sintering hydroxyapatite pada suhu 1300°C. Sedangkan dengan bertambahnya kandungan alumina dari 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 % berat akan menurunkan harga densitasnya yaitu dari 2,824 gr/cm3 untuk 0 % alumina menjadi 2,796 gr/cm3 untuk 5 % alumina, kekerasan juga turun yaitu dari 359,1±0,0 kg/mm2 untuk 0 % alumina menjadi 297,9±24,2 kg/mm2 untuk 5 % alumina, dan kekuatan bending juga turun dari 22,3±1,7 MPa untuk 0 % alumina menjadi 15,0±1,6 MPa untuk 5 % alumina.
-
Kata Kunci : hydroxyapatite, alumina, powder metallurgy