Pola dan Ketidakstabilan Aliran Sirkulasi Alami Satu-Fase Menggunakan Metode Transformasi Wavelet Kontinu dan Shannon Entropi
Sunandi Kharisma, Prof. Dr. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. ; Prof. Dr. Ir. Mulya Juarsa, S.Si., MESc.
2026 | Tesis | S2 Teknik Mesin
Sirkulasi alami merupakan mekanisme perpindahan panas pasif yang banyak diterapkan pada sistem keselamatan reaktor karena kemampuannya beroperasi tanpa komponen mekanis. Namun, aliran pada sistem ini bersifat kompleks dan rentan mengalami ketidakstabilan, seperti osilasi dan transisi rejim aliran dari laminar menuju turbulen. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi daya pemanas terhadap karakteristik termohidrodinamika, pembentukan kondisi tunak, serta perubahan dan batas rejim aliran pada sistem sirkulasi alami satu-fase. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik aliran secara eksperimental, menganalisis perubahan rejim aliran melalui visualisasi dan parameter tak berdimensi Reynolds serta Grashof, serta mengevaluasi efektivitas CWT sebagai indikator kuantitatif rejim aliran. Eksperimen dilakukan pada fasilitas sirkulasi alami FASSIP-06 Ver.03 dengan variasi daya pemanas 750–1550 W dan temperatur pendingin konstan sebesar 10°C. Data temperatur pada beberapa titik pengukuran serta laju aliran volumetrik diakuisisi secara kontinu sejak awal pemanasan hingga tercapainya kondisi steady-state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mencapai kondisi tunak secara stabil, dengan temperatur fluida dan laju aliran yang meningkat seiring kenaikan daya pemanas. Analisis visual menunjukkan bahwa peningkatan daya pemanas mempercepat transisi aliran dari rejim laminar menuju transisi dan turbulen, dengan rentang bilangan Reynolds yang bervariasi dan tidak bersifat konstan untuk setiap rejim. Temuan ini menunjukkan bahwa klasifikasi rejim aliran berbasis Reynolds tunggal tidak sepenuhnya merepresentasikan dinamika aliran pada sirkulasi alami yang digerakkan oleh gaya apung. Analisis CWT berhasil mengungkap karakteristik fluktuasi perbedaan temperatur fluida–dinding yang tidak teridentifikasi melalui analisis waktu konvensional. Parameter wavelet seperti power spectrum dan wavelet energy meningkat seiring bertambahnya tingkat ketidakstabilan aliran dan terbukti efektif sebagai indikator kuantitatif untuk memetakan perubahan rejim aliran pada sistem sirkulasi alami.
Kata Kunci : sirkulasi alami, ketidakstabilan aliran, rejim aliran, CWT, FASSIP-06 Ver.03