Eksplorasi Penggunaan Platform Media Sosial dalam Meningkatkan Kesadaran Prakonsepsi pada Wanita dan Keluarga di Praktik Pelayanan Primer
Aldila Braziliana Girly, dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC, Sp.KKLP, Ph.D; dr. Diannisa Ikarumi Enisar Sangun, Sp.OG., Subsp.Obginsos
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Angka Kematian IBu (AKI) tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, dengan risiko kematian di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju. Di Indonesia, AKI masih menunjukkan tantangan signifikan, di mana Kabupaten Bantul mencatat rasio kematian ibu tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2023 dengan penyebab utama perdarahan dan hipertensi. Rendahnya pengetahuan tentang perawatan prakonsepsi serta keterbatasan akses fasilitas kesehatan menjadi hambatan utama dalam upaya preventif. Di sisi lain, media sosial telah berkembang menjadi platform komunikasi yang strategis dengan potensi besar untuk mempromosikan kesehatan masyarakat secara luas dan terjangkau. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi mengenai penggunaan platform media sosial sebagai inovasi media edukasi untuk meningkatkan kesadaran prakonsepsi pada wanita dan keluarga di tingkat pelayanan primer guna menekan risiko komplikasi kehamilan sejak dini.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan platform media sosial dalam meningkatkan kesadaran prakonsepsi pada wanita dan keluarga di praktik pelayanan primer.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metodolodi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah wanita hamil dan/atau wanita yang telah memiliki anak beserta pasangan yang mengakses layanan di praktik pelayanan primer di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 24 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: perilaku mencari informasi kesehatan, pengaruh media sosial, pengetahuan prakonsepsi, serta preferensi konten edukasi. Temuan menunjukkan bahwa pencarian informasi digerakkan oleg kebutuhan pribadi, di mana media sosial menjadi alat utama karena aksesibilitasnya, meskipun partisipan tetap membutuhkan validasi dari tenaga kesehatan untuk mengatasi ketidaktahuan terhadap konsep prakonsepsi yang masih tinggi.
Kesimpulan: Media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi prakonsepsi yang aksesibel. Namun, efektivitasnya memerlukan integrasi dengan layanan primer agar informasi yang diterima masyarakat tetap kredibel dan mampu meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi secara signifikan.
Background: Maternal Mortality Ratio (MMR) remains a global health problem, with significant disparities between developing and developed countries. In Indonesia, MMR remains high, with Bantul Regency recording the highest maternal mortality ratio in the Special Region of Yogyakarta in 2023, primarily due to hemorrhage and hypertensive disorders. Limited knowledge of preconception care and restricted access to health facilities continue to hinder preventive efforts. Meanwhile, social media has the potential to serve as a wide-reaching and accessible platform for health education. Therefore, exploring the use of social media platforms as an innovative educational tool is necessary to enhance preconception awareness among women and families at the primary care level.
Objective: This study aims to explore the use of social media platforms in increasing preconception awareness among women and families in primary care practices.
Methods: This study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews lasting 45 to 60 minutes. The inclusion criteria comprised pregnant women and/or women who had children, along with their partners, who accessed services at primary care practices in Bantul Regency, Yogyakarta, between October and December 2025. Data were analyzed using inductive thematic analysis.
Result: A total of 24 participants met the inclusion criteria and were included in the study. The analysis identified four major themes: health information seeking behavior, the influence of social media, preconception knowledge, and preferences for educational content. Information seeking was driven by personal needs, with social media serving as the primary source due to its accessibility and diverse content, which also shaped participants’ understanding of reproductive health. However, knowledge of preconception care remained limited. Preferences for educational content indicated that participants favored visual, concise, and relevant materials from credible sources, particularly healthcare professionals.
Conclusion: Social media has significant potential as an accessible means of preconception education. However, its effectiveness requires integration with primary care services to ensure that the information received by the public remains credible and is able to significantly increase reproductive health awareness.
Kata Kunci : Prakonsepsi, media sosial, teknologi, keluarga, layanan primer