PENGHAMBATAN Trichoderma spp. TERHADAP Rhizoctonia sp. PADA STEK PUCUK JATI (Tectona grandis L.t)
NUNUN SETYO LESTARI, Dr.Ir. SM. Widyastuti, M.Sc.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANRutan jati merupakan salah satu penghasil kayu berkualitas tinggi di Indonesia. Permudaan hutan jati yang dilakukan selama ini menggunakan biji, dewasa ini mulai beralih menggunakan bahan vegetatif yang dipersiapkan pada persemaian. Semai jati yang dipersiapkan pada persemaian umumnya banyak menderita kerusakan oleh hama dan penyakit, salah satu diantara kerusakan yang sangat merugikan ialah berupa pembusukan batang dan daun semai disebabkan oleh Rhizoctonia sp. yang kemudian dapat mematikan semai. Selama ini pengendalian dilakukan secara kimiawi dan temyata belum berhasil. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi (1) intensitas serangan jamur Rhizoctonia sp., (2) efektivitas isolat Trichoderma spp. sebagai agen pengendali hayati patogen Rhizoctonia sp. secara in vitro dan in vivo, dan (3) mengidentifikasi mekanisme pengharnbatan Trichoderma spp. sebagai agen pengendali hayati patogen Rhizoctonia sp. secara in vitro. Jenis Trichoderma spp. yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Trichoderma koningii (T1), T. reseei (T13) serta 1: harzianum (T27) dan dievaluasi melalui uji (1) patogenisitas Rhizoctonia sp. terhadap stek pucuk jati, (2) antagonisitas Trichoderma spp. terhadap Rhizoctonia sp. secara in vitro dan in vivo, dan (3) aktivitasnya sebagai agen pengendali hayati dibanding fungisida Mankozeb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inetnsitas serangan Rhizoctonia sp. ratarata 56,7% dan menyebabkan pernbusukan daun serta batang stek pucuk jati. T. koningii (T1), T. reseei (T13) dan T. harzianum (T27) secara in vitro masing-masing mempunyai kapasitas penghambatan sebesar 78,21 %, 100% dan 100% terhadap Rhizoctonia sp. Fungisida Mankozeb menunjukkan penghambatan sebesar 20,5% terhadap Rhizoctonia sp. Mekanisme penghambatan jenis-jenis Trichoderma tersebut terhadap Rhizoctonia sp. dapat melalui mikoparas1tisme dan antibiosis. Aphkasi Trichoderma spp. sebagai agen pengendali hayati untuk pengendalian Rhizoctonia sp. di persemaian menunjukkan efektivitas yang cukup tinggi clan bahkan lebih tinggi dibanding fungisida Mankozeb.
Teak forest is one of those producing high quality timber in Indonesia. Teak forest regeneration using seed as plant material so far, has been partially replaced using vegetative plant material preparing in nursery. Teak seedlings in nursery are commonly suffering from pest and deseases. One of the most deleterious injury attacking teak seedlings is leaf and stem decay caused by Rhizoctonia sp. which finally could kill the seedlings. Chemical control using pesticide has not successful yet. The experiment aimed to evaluate (1) the intensity of the fungal attack, (2) the effectivity of Trichoderma spp. as biological control agent in vitro and in vivo, and (3) to identify the inhibition mechanism of Trichoderma spp. against the pathogen in vitro. The species of Trichoderma spp. ei. Trichoderma koningii (T 1), T. reesei (T13) and T. harzianum (T21) were used and evaluated through (1) patogenicity test of Rhizoctonia sp. on teak cutting, (2) antagonistic inhibition of Trichoderma spp. against Rhizoctonia sp. in vitro and in vivo, and (3) it's activity as biological agent compered to Mankozeb fungicide. The result indicated that Rhizoctonia sp.caused laef and stem decay of early growth of teak seedling at average of 56,7% of the total seedlings. T. koningii (Ti), T. reseei (T13) and T. harzianum (T27) inhibited Rhizoctonia sp. at average of 78,21%, 100% and 100% accordingly. Mankozeb fungicide inhibited Rhizoctonia sp. at average of 20,5%. The mechanism inhibits Rhizoctonia sp. might be through micoparasitism and antibiosis. The aplication of Trichoderma spp. as biological control agent against Rhizoctonia sp. showed high effectivity and even higher than fungicide Mankozeb. Key word:
Kata Kunci : Trichoderma spp. Tectona grandis, Rhizoctonia sp.