Laporkan Masalah

Konflik Komunal Antara Masyarakat Desa Ketara Versus Masyarakat Desa-desa Tetangga di Lombok Tengah

Ahmad Habibullah, Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A.

2026 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Konflik komunal antar masyarakat desa masih sering terjadi di berbagai lokasi di Indonesia. Tidak sedikit dari konflik berakhir dengan cara kekerasan. Salah satu konflik komunal antar masyarakat desa yang sering terjadi menjadi sorotan media lokal maupun nasional terjadi di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Konflik di daerah ini melibatkan satu suku yang sama tapi dari desa yang berbeda, yaitu masyarakat Desa Ketara melawan masyarakat desa-desa tetangga, Desa Sengkol, Kawo, Tanak Awu dan Segala Anyar, dalam waktu yang berbeda. Ketika terjadi konflik dengan masyarakat tetangga, masyarakat Ketara cenderung mengguanakan kekerasan untuk menyelesaikan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan sejumlah masyarakat Desa Ketara memilih kekerasan dalam menyelesaikan konflik dan respons masyarakat desa yang menjadi lawan konflik masyarakat Desa Ketara. Penelitian ini lebih banyak dilaksanakan di Desa Ketara dan sebagian dilaksanakan di empat desa tetangga yang menjadi lawan konflik. Untuk memperoleh data penelitian ini menggunakan metode etnografi dimana data dikumpulkan melalui teknik purposive dan snawball sampling. Tujuan penelitian ini menemukan bahwa: Pertama, masyarakat Desa Ketara memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat karena mereka melakukan pernikahan endogami. Hubungan ini yang membangun solidaritas mereka menjadi semakin kuat. Kedua, masyarakat Ketara merupakan masyarakat dari kelas sosial paling tinggi dalam Suku Sasak sehingga mendorong rasa primordial di masyarakat Ketara. Sementara itu, masyarakat tetangga merupakan masyarakat kelas-kelas yang lebih rendah dari masyarakat Ketara. Ketiga, upaya pemerintah dalam menyelesaikan konflik secara tuntas belum baik. Maka dari itu, masyarakat Ketara cenderung cepat menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan konflik ketika berkonflik dengan masyarakat tatangga.

Communal conflicts between village communities still frequently occur in various locations in Indonesia. Not a few of these conflicts end up being resolved through violence. One communal conflict among village communities that often draws the attention of local and national media occurs in Pujut District, Central Lombok Regency. The conflict in this area involves the same ethnic group but from different villages, namely the people of Ketara Village against the people of neighboring villages, Sengkol, Kawo, Tanak Awu, and Segala Anyar, at different times. When conflicts occur with neighboring communities, the people of Ketara tend to use violence to resolve them. This study aims to analyze the reasons why a number of people in Ketara Village tend to choose violence in resolving conflicts and the responses of the village communities that become opponents in conflicts with the people of Ketara Village. This research was mostly conducted in Ketara Village and partly carried out in the four neighboring villages that became opponents in the conflict. To obtain data, this study used an ethnographic method in which data were collected through purposive sampling and snowball sampling techniques. The findings of this study reveal that: First, the people of Ketara Village have strong kinship ties because they practice endogamous marriage. This relationship builds their solidarity even stronger. Second, the people of Ketara belong to the highest social class within the Sasak ethnic group, which fosters a sense of primordialism among them. Meanwhile, the neighboring communities belong to lower social classes than the people of Ketara. Third, the government’s efforts to resolve the conflict comprehensively have not been effective. Therefore, the people of Ketara tend to use violence to resolve conflicts when in dispute with neighboring communities.

Kata Kunci : Konflik komunal, masyarakat desa, identitas, kelas sosial, pemerintah

  1. S2-2026-533169-abstract.pdf  
  2. S2-2026-533169-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-533169-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-533169-title.pdf