Analisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada Masyarakat di Kota Bontang
Muthia Kamila Romadhona, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes; Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, S.Farm., M.Sc
2026 | Skripsi | FARMASI
Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan yang serius dan menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia dengan angka kejadian dan mortilitas yang tinggi. Infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan faktor risiko utama yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pencegahan primer pada kanker serviks dengan vaksinasi HPV. Namun, penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi HPV dipengaruhi oleh berbagai faktor dan menjadi hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dan hubungan pengetahuan, sikap, dan karakteristik sosiodemografi terhadap penerimaan vaksinasi HPV di masyarakat Kota Bontang usia ?18 tahun hingga 55 tahun berjenis kelamin perempuan.
Penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara daring dan disebarkan melalui kuesioner Google Form. Kuesioner mencakup variabel karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, sikap, dan penerimaan terhadap vaksin HPV. Sampel diambil dengan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat (deskriptif) dan bivariat (Chi-Square atau Fisher’s Exact) menggunakan perangkat lunak SPSS untuk menguji hubungan antara karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, dan sikap masyarakat terhadap penerimaan vaksin HPV.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 responden, mayoritas tingkat pengetahuan responden berada pada kategori cukup (49,1%), sedangkan sikap responden secara umum tergolong positif (97%). Selain itu, sebagian besar responden menyatakan menerima vaksin HPV (88,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, status pernikahan, dan pendapatan memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan vaksinasi HPV (p < 0>
Cervical cancer remains a serious public health problem and is one of the leading causes of mortality among women in Indonesia, with high incidence and mortality rates. Infection with Human Papillomavirus (HPV) is the main preventable risk factor through HPV vaccination. The World Health Organization (WHO) recommends HPV vaccination as a primary prevention strategy for cervical cancer. However, public acceptance of HPV vaccination is influenced by various factors and remains a barrier to its implementation. This study aims to describe and analyze the relationship between knowledge, attitudes, and sociodemographic characteristics and the acceptance of HPV vaccination among women aged ?18 to 55 years in Bontang City.
This research employed a non-experimental quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected online and distributed via a Google Form questionnaire. The questionnaire included variables of sociodemographic characteristics, knowledge level, attitudes, and acceptance of the HPV vaccine. Samples were obtained using a convenience sampling technique with 106–115 female respondents according to inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate (descriptive) and bivariate (Chi-Square or Fisher’s Exact test) analyses with SPSS software to examine the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge, and attitudes with HPV vaccine acceptance.
The results showed that among 110 respondents, the majority had a moderate level of knowledge (49.1%), while respondents’ attitudes were generally positive (97%). In addition, most respondents reported acceptance of the HPV vaccine (88.2%). Bivariate analysis indicated that age, marital status, and income were significantly associated with HPV vaccination acceptance (p < 0.05), whereas educational level and religion showed no significant association. Furthermore, no significant relationship was found between the level of knowledge and acceptance of HPV vaccination, while respondents attitudes were significantly associated with HPV vaccination acceptance among the community in Bontang City.
Kata Kunci : Human Papillomavirus, Vaksinasi HPV, pengetahuan, sikap, penerimaan.