PERBANDINGAN RESPON SENSOR GETAR (PIEZO, SW420 DAN SW180) DAN INTENSITAS SUARA TERHADAP IMPULS MEKANIS TERKUANTISASI DARI SISTEM GAMELAN BEATER MACHINE
Agung Nugraha Rahman, Ir. Addin Suwastono, S.T., M.Eng., IPM. ; Enas Dhuhri Kusuma, S.T., M.Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK ELEKTRO
Gamelan merupakan instrumen tradisional dengan nilai budaya
tinggi, namun ke terbatasan akses terhadap perangkat gamelan asli dan kebutuhan
sistem pelatihan otomatis menimbulkan tantangan dalam upaya pelestarian dan
digitalisasi. Pemetaan dinamis antara impuls mekanis dan suara gamelan menjadi
penting untuk membangun sistem ga melan digital yang terukur, baik untuk
pendidikan, konservasi, maupun pengembangan teknologi musik interaktif.
Penelitian ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mengkaji
kesesuaian pola respon sensor getar terhadap intensitas suara gamelan. Untuk
mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem pemukul otomatis
(gamelan beater machine) yang mampu menghasilkan impuls mekanis
terkuantisasi pada objek uji berupa gameltron dan gamelan asli. Sistem ini
menggunakan motor DC dengan kendali PWM dan sensor gyroscope untuk
memperkirakan gaya tumbukan berdasarkan kecepatan sudut. Tiga jenis sensor
getar yang diuji adalah SW420, SW1801, dan piezosensor. Eksperimen dilakukan
pada tiga variasi PWM dengan lima replikasi untuk setiap kondisi, sehingga
total data yang diperoleh cukup untuk mendukung analisis ku antitatif. Sinyal
dari masing-masing sensor diolah menggunakan normalisasi min–max, interpolasi
linear, dan perataan sinyal dengan metode simple moving average (SMA), untuk menyeragamkan
tren grafik dalam domain waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa piezosensor
memiliki kesesuaian tren paling tinggi terhadap intensitas suara,dengan nilai
koefisien determinasi (R²) mendekati 1 setelah pemrosesan, sehingga berpotensi
digunakan sebagai sensor utama dalam sistem gamelan digital berbasis impuls. Sensor
SW420 dan SW1801 cenderung menghasilkan pola diskrit yang hanya menyerupai tren
suara setelah dilakukan interpolasi interval, karena grafik awalnya acak dan
tidak kontinu. Pendekatan matematis seperti regresi linear, smoothing,
dan interpolasi terbukti efektif untuk menyelaraskan pola respon sensor dengan
keluaran suara. Temuan ini membuka peluang penerapan sensor piezo dalam sistem
gamelan digital berbasis sensor, yang berpotensi dimanfaatkan pada konteks
praktis seperti pelatihan musik, sistem MIDI berbasis sensor, maupun evaluasi
otomatis teknik penabuhan.
Gamelan is a traditional instrument with profound cultural
value; however, limited access to authentic gamelan sets and the need for
automated training systems pose significant challenges to its preservation and
digitalization. Dynamic mapping between mechanical impulses and gamelan sound
is essential for developing a measurable digital gamelan system, applicable in
education, conservation, and interactive music technology. This study addresses
these needs by examining the suitability of vibration sensor response patterns
in relation to gamelan sound intensity. To achieve this goal, the research develops
an automatic striking system (gamelan beater machine) capable of generating quantized
mechanical impulses on test objects, including both gameltron and traditional gamelan
instruments. The system utilizes a DC motor controlled via PWM signals and a
gyroscope sensor to estimate impact force based on angular velocity. Three
types of vibration sensors are tested: SW420, SW1801, and piezoelectric
sensors. Experiments are conducted across three PWM variations with five
replications per condition, yielding sufficient data for quantitative analysis.
Sensor signals are processed using min–max normalization, linear interpolation,
and signal smoothing via the simple moving average (SMA) method to standardize
time-domain graph trends. Results show that the piezoelectric sensor exhibits
the highest trend alignment with sound intensity, with a coefficient of determination
(R2) approaching 1 after processing, indicating its potential as the primary sensor
in impulse-based digital gamelan systems. In contrast, SW420 and SW1801 tend to
produce discrete patterns that only resemble sound trends after interval
interpolation, due to their initially erratic and non-continuous graphs.
Mathematical approaches such as linear regression, smoothing, and interpolation
prove effective in aligning sensor response patterns with sound output. These
findings open opportunities for implementing piezo sensors in sensor-based
digital gamelan systems, with practical applications in music training,
sensor-based MIDI systems, and automated evaluation of striking techniques.
Kata Kunci : Sensor Getar, Gamelan Digital, Pemrosesan Sinyal, Interpolasi, Regresi Linear