Dimensi keperdataan dalam perlindungan hukum atas Anak Jalanan di Yogyakarta
GINTING, Sryani Br, Dr. Hj. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN
2005 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian mengenai “Dimensi Keperdataan Dalam Perlindungan Hukum Atas Anak Jalanan Di Yogyakarta†merupakan penelitian hukum empiris, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana dimensi keperdataan dalam perlindungan hukum atas anak jalanan di Yogyakarta. Data primer dan data sekunder diperoleh melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Alat pengumpulan datanya menggunakan pedoman wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang telah diperoleh, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan di Yogyakarta yang mobilitasnya terus berfluktuasi masih belum mendapatkan perlindungan yang layak, terutama dalam hal identitas, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal yang layak, dan pekerjaannya. Faktor budaya masyarakat Yogyakarta yang masih menganggap anak sebagai “aset†dari orang tua, tingkat pendidikan yang masih rendah, dan pelaksanaan perundang-undangan tentang perlindungan anak yang belum rasional, bertanggung jawab dan bermanfaat mempengaruhi pelaksanaan perlindungan atas anak jalanan. Perlindungan anak jalanan di Yogyakarta dapat berjalan dengan baik jika dilakukan secara bersama dan adanya koordinasi yang baik antara para pihak yang berperan dalam perlindungan anak jalanan. Pihak-pihak tersebut antara lain: Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DIY, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY, Rumah Singgah Anak Mandiri, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Upaya pendampingan, pembinaan, sampai pada pemulangan kembali (reunifikasi) anak jalanan memerlukan kemantapan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan anak jalanan sendiri; sehingga hak-hak anak yang dilindungi oleh Konvensi Hak Anak Tahun 1989 (yang telah diratifikasi melalui KEPPRES No. 36 Tahun 1990) dapat dipenuhi
The research on “Private Dimension Of Legal Protection For The Street Children In Yogyakarta†is the empiris legal research, aiming to investigate about private dimension of legal protection for street children in Yogyakarta. Primary and secondary data were obtained from field research and library research. The instruments used to collect data were interview, observation, and document study. The data were then analyzed qualitatively. The research results indicate that the street children in Yogyakarta who have fluctuation mobile still haven’t gotten protection measure yet, ecspecially their identity, health, education, shelter, and jobs. Cultural factors of Yogyakarta’s communities who still regard children as parent’s “assetâ€, the quality of education level which still low, and implementation of legislation about children protection which is irrational, irresponsible and useless influence the implementation of the street children. Protection for the street children in Yogyakarta can be done well if the parties who have a role in children protection can cooperate and coordinate well. The parties are : Children Protection Institution (LPA) DIY, Indonesian Family Planning Program Association (PKBI) DIY, Anak Mandiri Boarding House, dan Legal Aid Institution (LBH) Yogyakarta. The efforts of assistance, founding, until reunification the children to their families need good support from families, comunities, government, and the children too; so their rights recognized by Convention On The Rights Of The Child on 1989 (already ratificated by KEPPRES No. 36 on 1990) can be protected.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum,Anak Jalanan,private dimension, legal protection, the street children