Laporkan Masalah

Analysis of Community Knowledge and Perspectives on the Acceptance of Human Papillomavirus (HPV) Vaccination in South Tangerang City

Nayya Humaira Putri, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M. Kes ; Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.

2026 | Skripsi | FARMASI

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama penyakit terkait kanker pada perempuan di Indonesia, dengan Human Papillomavirus (HPV) sebagai faktor risiko utama. Meskipun vaksinasi HPV terbukti efektif, cakupan vaksinasi di Indonesia masih rendah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Tangerang Selatan, di mana program vaksinasi belum sepenuhnya diimplementasikan. Oleh karena itu, penilaian terhadap pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi HPV menjadi penting untuk mendukung penyusunan strategi kesehatan masyarakat yang lebih efektif. 

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan perempuan berusia 18 tahun ke atas di Kota Tangerang Selatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang didistribusikan melalui Google Forms, yang diadaptasi dari instrumental yang telah tervalidasi serta telah diuji validitas dan reabilitasnya. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik sosiodemografi, pengetahuan mengenai HPV dan vaksinasi, sikap, serta kesediaan untuk menerima vaksin. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-square. 

Temuan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan vaksin, serta mengkaji berbagai hambatan seperti biaya, disinformasi, atau kepercayaan budaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bukti ilmiah bagi tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan strategi komunikasi serta meningkatkan cakupan vaksinasi HPV guna mengurangi beban penyakit kanker serviks. 

Cervical cancer is one of the leading causes of cancer-related illness among women in Indonesia, with Human Papillomavirus (HPV) as the main risk factor. Although HPV vaccination is effective, coverage in Indonesia remains low, specifically in urban areas such as South Tangerang City where the program has not been fully implemented. Assessing community knowledge, attitudes, and acceptance of HPV vaccination is therefore important to guide public health strategies. 

This study used a cross-sectional, descriptive-quantitative design involving women aged 18 years and above in South Tangerang City. Data was collected through an online questionnaire distributed via Google Forms, adapted from validated instruments and tested for validity and reliability. Variables include sociodemographic characteristics, knowledge of HPV and vaccination, attitudes, and willingness to receive the vaccine. Descriptive statistics and Chi-square tests were applied to further analyze the data. 

The findings of this study were to identify factors that influence vaccine acceptance and look at the barriers such as cost, misinformation, or cultural beliefs. The results serve as evidence for healthcare providers and policymakers in improving communication strategies and increasing HPV vaccine uptake to reduce the burden of cervical cancer. 

Kata Kunci : Human Papillomavirus (HPV), cervical cancer, acceptance, vaccination, South Tangerang City

  1. S1-2026-492301-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492301-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492301-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492301-title.pdf