Laporkan Masalah

Profil Penyebab Kematian Tidak Wajar Dengan Mekanisme Perdarahan Di Instalasi Kedokteran Forensik RS SARDJITO Tahun 2017–2019

Nabila Aulia Rahma, dr. I.B.G. Surya Putra Pidada. Sp.F.M.(K).M.H; dr. Martiana Suciningtyas TA, Sp.F.M.Kes.

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Kematian tidak wajar adalah kematian yang tidak disebabkan oleh penyakit, beberapa diantaranya disebabkan oleh pembunuhan, kecelakaan, bunuh diri. Perdarahan menjadi salah satu mekanisme kematian yang tidak wajar dimana terjadi gangguan fisiologis secara langsung yang mengakibatkan kematian. Perdarahan bisa terjadi karena adanya cedera pembuluh darah besar ataupun adanya cedera pada organ-organ yang memiliki banyak vasa darah. Perdarahan dapat bersifat eksternal maupun internal. Kasus kematian tidak wajar masih banyak ditemukan di Indonesia, namun penelitian mengenai kasus ini masih jarang ditemukan. Dalam menentukan penyebab kematian tidak wajar tersebut dapat dilakukan pemeriksaan jenazah melalui autopsi oleh dokter forensik.

Tujuan: Untuk mengetahui penyebab kematian dengan mekanisme perdarahan pada jenazah yang diautopsi di RS Sardjito tahun 2017 – 2019.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain cross sectional atau potong lintang karena data yang diambil merupakan kasus yang terjadi dalam satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah ienazah dengan kematian tidak wajar dengan mekanisme perdarahan yang diambil dari Visum et Repertum dengan jenis pemeriksaan luar (PL) dan/atau pemeriksaan luar pemeriksaan dalam (PLPD) di Instalasi Kedokteran Forensik RS Sardjito. Sampel yang digunakan adalah jenazah dengan kematian tidak wajar dengan mekanisme perdarahan yang diautopsi di Instalasi Kedokteran Forensik RS Sardjito pada tahun 2017-2019. Data Visum et Repertumyang telah dikumpulkan, dianalisis dengan analisis univariat menggunakan crosstabs.

Hasil: Jumlah kematian tidak wajar dengan mekanisme perdarahan yang ditemukan dalam penelitian ini sebanyak 105 kasus yang sesuai dengan kriteria, terdapat 91 kasus kecelakaan, 13 kasus pembunuhan, 1 kasus bunuh diri. Dengan sebab kematian 98 kasus trauma tumpul, 5 kasus trauma tajam, 2 kasus trauma senjata api. Profil demografi untuk kematian tidak wajar dengan mekanisme perdarahan mayoritas dialami oleh laki-laki, kelompok usia 19-59 tahun, status bekerja. Lokasi anatomi regio tubuh yang paling sering mengalami perdarahan adalah regio kepala leher.

Kesimpulan: Kematian tidak wajar dengan mekanisme perdarahan paling banyak ditemukan adalah kecelakaan. Trauma tumpul menjadi sebab kematian yang paling banyak terjadi. Kematian tidak wajar dengan mekanisme perdarahan paling banyak dialami oleh laki – laki, kelompok usia 19-59 tahun, status bekerja. Lokasi anatomi regio tubuh yang paling sering mengalami perdarahan Adalah regio kepala leher.

Background: Unnatural death is defined as death not caused by disease, including those resulting from homicide, accidents, and suicide. Hemorrhage is one of the mechanisms of unnatural death, in which direct physiological disturbances occur and lead to death. Hemorrhage may result from injury to major blood vessels or damage to organs with rich vascular supply. Bleeding can be either external or internal. Cases of unnatural death remain prevalent in Indonesia; however, studies addressing this issue are still limited. Determination of the cause ofunnatural death can be performed through postmortem examination by forensic pathologists.

Objective: To determine the causes of death due to hemorrhagic mechanisms in autopsied bodies at dr. Sardjito General Hospital during the period of 2017–2019.

Method: This study used a descriptive observational method with a cross-sectional design because the data collected represented cases occurring within a certain period. The population in this study consisted of bodies with unnatural death due to hemorrhagic mechanisms obtained from Visum et Repertum reports with types of examination including external examination (PL) and/or external and internal examination (PLPD) at the Forensic Medicine Installation of Sardjito Hospital. The samples used were bodies with unnatural death due to hemorrhagic mechanisms that underwent autopsy at the Forensic Medicine Installation of Sardjito Hospital from 2017 to 2019. The collected Visum et Repertum data were analyzed using univariate analysis with crosstabs.

Result: The number of unnatural deaths with bleeding mechanisms found in this study was 105 cases that met thecriteria, there were 91 accident cases, 13 homicide cases, 1 suicide case. With the cause of death of 98 cases of blunt trauma, 5 cases of sharp trauma, 2 cases of firearm trauma. The demographic profile for unnatural deaths with bleeding mechanisms was mostly experienced by men, age group 19- 59 years, employment status. Theanatomical location of the body region that most often experiences bleeding is the head and neck region.

Conclusion: Unnatural deaths with hemorrhagic mechanisms were most commonly caused by accidents. Blunttrauma was the most frequent cause of death. Such deaths predominantly occurred in males, individuals aged 19–59 years, and those who were employed. The head and neck region was the most common anatomical site of hemorrhage.

Kata Kunci : Kematian Tidak Wajar, Pembunuhan, Kecelakaan, Bunuh diri, Perdarahan, Autopsi, Visum et Repertum.

  1. S1-2026-497552-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497552-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497552-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497552-title.pdf