Laporkan Masalah

Exploring Body Positivity through Captions and Comments: A Critical Discourse Analysis of Clara Dao’s Instagram Account

Baiq Rahayu Kurniasih, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Standar kecantikan Amerika yang mengutamakan tipe tubuh tertentu dikonstruksi dan diperkuat oleh masyarakat. Standar tersebut membentuk persepsi perempuan tentang daya tarik dan mendorong mereka untuk mencari validasi serta pengakuan dari orang lain. Sebagian perempuan yang tidak sesuai dengan standar kecantikan sering merasa tidak percaya diri, dikritik dan mengalami penghinaan tubuh, seperti yang dialami oleh Clara Dao, seorang influencer asal Kanada yang dikenal memiliki tubuh sangat kurus dan dada datar. Sebagai respons atas pengalaman tersebut, dia mempromosikan gerakan body positivity untuk memberdayakan perempuan dan melawan standar kecantikan, dengan menekankan pentingnya inklusivitas, keberagaman, dan penerimaan terhadap tubuh perempuan.


Pendekatan analisis wacana kritis digunakan untuk mengkaji akun Instagram Clara Dao yang menyampaikan pesan body positivity melalui strategi kesopanan positif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana narasi
caption dan respon komentar unggahan Instagram Clara Dao melalui fitur-fitur linguistiknya. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan perangkat lunak AntConc, serta data dikumpulkan dari caption dan komentar pada akun Instagram Clara Dao. Data kemudian direduksi, diklasifikasikan, dan dianalisis menggunakan teori Sara Mills dalam Gender and Politeness dan Feminist Stylistics. Penelitian ini berupaya memahami konteks sosial yang mendorong Clara Dao dalam mempromosikan gerakan body positivity sebagai wacana tandingan terhadap standar kecantikan. 

Hasil penelitian menunjukkan tiga fitur linguistik, yaitu kata pronomina generik, ready-made phrases, dan metafora. Narasi dalam caption menunjukkan solidaritas perempuan yang dibangun melalui pronomina personal dan memosisikan body positivity sebagai wacana tandingan terhadap standar kecantikan Barat. Penggunaan kata pronomina generik dan ready-made phrases menunjukkan bahwa penutur menggunakan strategi kesantunan positif, seperti mendukung, menegaskan, mendorong, menghargai, memvalidasi, melindungi, serta meningkatkan kesadaran dan perlawanan terhadap standar kecantikan untuk membangun dan memperkuat hubungan dengan mitra tutur secara lebih personal serta menyampaikan pesan body positivity secara efektif. Namun, beberapa unsur ketidaksantunan dalam caption bukan disebabkan oleh bahasa yang kasar, melainkan oleh dampak pengalaman negatif Clara. Sementara itu, respons dalam komentar memperkuat bahasa seksis melalui strategi ketidaksantunan dan merefleksikan bias sosial terhadap body positivity. Respons tersebut, yang diekspresikan melalui ready-made phrases dan metafora, bersifat beragam namun didominasi oleh ketidaksantunan, seperti penolakan, merendahkan, dan penghinaan terhadap tubuh Clara serta tubuh perempuan yang tidak sesuai dengan standar kecantikan. 

American beauty standards that privilege certain body types are constructed and reinforced by society. These standards shape some women’s perceptions of attractiveness and encourage them to seek validation and recognition from others. Some women who do not conform to these standards often feel insecure, criticized, and body shamed, as experienced by Clara Dao, a Canadian influencer known for her thin body and flat chest. In response to these experiences, she promotes the body positivity movement to empower women and resist the beauty standards, emphasizing the inclusivity, diversity, and acceptance of women’s bodies.

A critical discourse analysis approach was employed to examine Clara Dao’s Instagram account, which communicates a body positivity message through positive politeness strategies. This study aims to investigate how the caption narratives and comments respond to Clara Dao’s Instagram posts through their linguistic features. Purposive sampling and the use of AntConc Software were used, and data were collected from captions and comments on Clara Dao’s Instagram. The data were then reduced, classified, and analyzed using Sara Mills’s theories in Gender and Politeness and Feminist Stylistics. The research seeks to understand the social context motivating Clara Dao to promote the body positivity movement as a counter discourse against beauty standards. 

The findings reveal three linguistic features: generic pronouns, ready-made phrases, and metaphors. The caption narratives reveal female solidarity constructed through personal pronouns and position body positivity as a counter discourse to Western beauty standards. The use of generic pronouns and ready-made phrases indicates that the speaker employs positive politeness strategies, such as supporting, affirming, encouraging, appreciating, validating, protecting, and raising awareness and resistance to beauty standards to build and strengthen a connection with the hearer in a more personal way and deliver the body positivity message effectively. However, some impoliteness in the captions did not result from rude language, but from Clara’s negative experiences. Meanwhile, responses in the comments reinforce sexist language through impoliteness strategies and reflect social biases against body positivity. These responses, expressed through ready-made phrases and metaphors, are varied but dominated by impoliteness, such as rejecting, devaluing, and body-shaming Clara’s body and women’s bodies that do not conform to the beauty standards.  

Kata Kunci : body positivity, gender, politeness, Instagram, critical discourse analysis.

  1. S2-2026-514341-abstract.pdf  
  2. S2-2026-514341-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-514341-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-514341-title.pdf