BEYOND PUBLIC HEALTH RHETORIC: TOBACCO CONTROL AND CLASS DYNAMICS IN RURAL JAVA
Ahmad Zamroni, Muchtar Habibi, S.I.P., M.A., Ph.D.
2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Kontrol tembakau adalah salah satu
kebijakan kontroversial. Bagi para pendukungnya tc penting untuk meningkatkan
kesehtan public dan mencegah penyakit yang di akibatkan oleh tembakau. Bagi
para penolaknya tc dianggap akan mengancam mata pencarian seluruh petani
tembakau. Menentang
kedua pandangan yang simplistis tersebut, artikel ini berargumen bahwa
kebijakan kontrol tembakau menghasilkan dampak berbeda terhadap kelas-kelas
agraria di Desa Kretek, Jawa Tengah, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat
desa bukanlah entitas yang homogen, melainkan tersusun atas kelas-kelas yang
berbeda yakni petani kapitalis, petty commodity producer (PCP), serta kelas pekerja.
Kebijakan seperti kenaikan cukai, pembatasan promosi rokok, dan program
diversifikasi pertanian justru memperkuat dominasi kelas kapitalis yang
memiliki kendali atas lahan pertanian, distribusi hasil produksi, serta posisi
strategis dalam struktur birokrasi desa. Sebaliknya, kelas pekerja yang tidak
memiliki akses memadai terhadap sumber daya maupun saluran kebijakan publik
mengalami tekanan ekonomi yang semakin besar. Dalam konteks tersebut, kontrol
tembakau tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknokratik dalam kerangka
kebijakan kesehatan publik, tetapi juga menjadi arena kontestasi kekuasaan yang
mereproduksi ketimpangan agraria dan memperkuat dominasi penguasa lokal.
Penelitian ini menekankan pentingnya membaca kebijakan kontrol tembakau melalui
lensa kekuasaan dan struktur kelas, untuk memahami dampak dari sebuah kebijakan
secara lebih realistis.
Tobacco
control is a controversial policy. Its supporters, insist it is necessary to
improve public health and prevent tobacco-related diseases. Its opponents, consider
it a threat to the livelihoods of all tobacco farmers. Contrary to these
simplistic views, this
article argues that tobacco control policies have had different impacts on
different agrarian classes. Drawing from Kretek Village in Central Java, this
research indicates that village communities are not homogeneous entities but
are composed of distinct classes, capitalist farmers, petty commodity producers
(PCPs), and the classes of labor. Policies such as excise tax increases,
restrictions on cigarette promotion, and agricultural diversification programs
have reinforced the dominance of the capitalist class, which controls
agricultural land, and the distribution of products, and holds strategic
positions within the village’s bureaucratic structure. Conversely, the classes
of labor, that lack adequate access to resources and public policy channels,
experience increasing economic pressure. In this context, tobacco control
functions not only as a technocratic instrument within the framework of public
health policy, but also as an arena for power contestation that reproduces
agrarian inequality and strengthens the dominance of ruling class village.
Kata Kunci : Public health, tobacco control, class dynamics, rural Java.