Pemanfaatan Kawasan Bersejarah Boschbouw sebagai Destinasi Wisata Heritage dengan Pendekatan Keberlanjutan di Kota Madiun
RIFO IBNU FALAH, Prof. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D.
2026 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Kawasan Boschbouw di Kota Madiun merupakan kawasan bersejarah peninggalan masa Hindia Belanda yang memiliki nilai penting dalam sejarah pendidikan dan pengelolaan kehutanan di Indonesia. Nilai historis kawasan terlihat pada tata spasial kawasan dari bangunan kolonial, serta lanskap ekologi yang hingga kini masih membentuk identitas kawasan. Namun, seiring dengan dinamika perkembangan kota pemanfaatan ruang kawasan Boschbouw mengalami berbagai permasalahan, antara lain, degradasi fisik, perubahan fungsi yang tidak terintegrasi, fragmentasi ruang, dan tidak optimalnya sistem pengelolaan kawasan, yang berpotensi nilai heritage kawasan. Maka dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Kawasan Boschbouw sebagai destinasi wisata heritage dengan pendekatan keberlanjutan melalui pemahaman terhadap sejarah, karakter spasial, permasalahan, dan potensi ruang kawasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif melalui kajian sejarah kawasan dan analisis aspek ekologi, estetika ekonomi dan efisiensi, ekuitas dan keselamatan ruang, yang didukung observasi eksisting, studi dokumen dan literatur, wawancara pemangku kepentingan, dan kuesioner persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Boschbouw memiliki potensi dan kelayakan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage berdasarkan prinsip 3A (attraction, accessibility, dan amenities), namun memerlukan arahan pemanfaatan dan pengelolaan ruang yang terintegrasi agar nilai historis kawasan tetap terjaga. Penelitian ini menghasilkan sintesis pemanfaatan ruang yang dikembangkan menjadi guideline dan strategi arahan pengelolaan yang berorientasi pada pelestarian nilai sejarah, peningkatan kualitas lingkungan, penerapan bangunan adaptif secara berkelanjutan penguatan aktivitas ekonomi lokal, keselamatan dan kenyamanan ruang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan Kawasan Boschbouw sebagai destinasi wisata heritage berkelanjutan di Kota Madiun.
The Boschbouw area in Madiun City is a historic area dating back to the Dutch East Indies era, which has significant value in the history of education and forestry management in Indonesia. The historical value of the area is evident in the spatial layout of the colonial buildings and the ecological landscape that still shapes the identity of the area today. However, along with the dynamics of urban development, the use of space in the Boschbouw area has encountered various problems, including physical degradation, unintegrated changes in function, spatial fragmentation, and suboptimal area management systems, which have the potential to damage the heritage value of the area. Therefore, this study aims to examine the utilization of the Boschbouw area as a heritage tourism destination with a sustainability approach through an understanding of the history, spatial characteristics, problems, and spatial potential of the area. The research method used is qualitative through a study of the area's history and analysis of ecological, aesthetic, economic and efficiency aspects, equity and spatial safety, supported by existing observations, document and literature studies, stakeholder interviews, and community perception questionnaires. The results of the study indicate that the Boschbouw area has the potential and feasibility to be developed as a heritage tourism destination based on the 3A principle (attraction, accessibility, and amenities), but requires integrated spatial utilization and management guidelines to preserve the historical value of the area. This study produced a synthesis of spatial utilization that was developed into guidelines and management strategies oriented towards preserving historical value, improving environmental quality, implementing sustainable adaptive buildings, strengthening local economic activities, and ensuring the safety and comfort of the space. These findings are expected to serve as a reference in the management of the Boschbouw Area as a sustainable heritage tourism destination in the city of Madiun.
Kata Kunci : Pemanfaatan, Kawasan bersejarah, Boschbouw, Wisata heritage, Keberlanjutan