Laporkan Masalah

Penataan permukiman berwawasan lingkungan melalui revitalisasi Sungai Siak di Kota Pekanbaru

DEPRIANDA, Prof.Dr. H. Koesnadi Hardjasoemantri, SH.,ML

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian dengan judul “Penataan Permukiman Berwawasan Lingkungan Melalui Revitalisasi Sungai Siak Di Kota Pekanbaru”, merupakan penelitian empiris yuridis yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penataan permukiman berwawasan lingkungan melalui revitalisasi sungai Siak dan apa saja hambatan dalam pelaksanaannya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari lapangan, dengan alat pengumpulan data berupa wawancara dan kuesioner. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumen, keseluruhan data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pelaksanaan penataan permukiman berwawasan lingkungan melalui revitalisasi sungai Siak di Kota Pekanbaru, belum dapat dilaksanakan dengan semestinya. Hal ini dikarenakan oleh, pertama kawasan permukiman DAS Siak tidak dapat dibebaskan, dan Pemerintah Kota Pekanbaru hanya baru bisa membebaskan lahan yang tidak ada permukiman penduduknya. Kedua permukiman penduduk tidak dapat direlokasikan karena belum ada kesepakatan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan masyarakat setempat. Ketiga pada kawasan permukiman DAS Siak juga terdapat kawasan lindung dan kawasan budi daya yang perlu dilindungi dan dilestarikan, yaitu perumahan tradisional melayu.

The research on “Rearrangement of Housing Settlement with an Environmental Concept through the Revitalization of Siak River in Pekanbaru City” is a juridical normative research, which aims to investigate the implementation of rearrangement of housing settlement with an environmental concept through the revitalization of Siak river, including the obstacles in its implementation. Primary and secondary data were used for the research. The primary data were obtained from field research using interview and questionnaire as data collecting instruments. The secondary data were obtained from document study. These data were analysed qualitatively. The research results indicate that the implementation of rearrangement of housing settlement with an environmental concept through the revitalization of Siak river in Pekanbaru city has not been optimum. This condition resulted from first, the housings in the Siak river Catchment Area could not be removed, while the regional government of Pekanbaru city could only acquire the lands without occupants; second, the housing settlement could not be relocated because both the government and the local community had not reached an agreement; third, there is a protected area and cultivation area to be preserved in the housings on the catchment area of Siak river, namely the Malay traditional housings.

Kata Kunci : Hukum,Penataan Pemukiman,Revitalisasi Sungai Siak,settlement rearrangement, River revitalization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.