Laporkan Masalah

Peran Emotional Stability terhadap Workforce Agility dengan Kualitas Komunikasi sebagai Mediator

Nur Latifah, Wahyu Widhiarso, S.Psi., M. A.

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis menuntut individu untuk memiliki workforce agility agar mampu merespons tuntutan kerja secara cepat dan fleksibel. Salah satu karakteristik psikologis yang dipandang berperan dalam mendukung perilaku kerja adaptif adalah emotional stability. Dalam penelitian ini, emotional stability diposisikan sebagai prediktor terhadap workforce agility dengan kualitas komunikasi sebagai variabel mediator. Adapun hipotesis penelitian ini adalah emotional stability berperan terhadap workforce agility melalui kualitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang dianalisis menggunakan analisis mediasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa emotional stability berperan positif dan signifikan terhadap kualitas komunikasi (? = 0,1462; p = 0,005), serta kualitas komunikasi berperan positif dan signifikan terhadap workforce agility (? = 0,3798; p < 0>emotional stability tidak menunjukkan peran langsung yang signifikan terhadap workforce agility (? = 0,0493; p = 0,190). Analisis pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa emotional stability berpengaruh signifikan terhadap workforce agility melalui kualitas komunikasi (? = 0,0555; p = 0,007), dengan kontribusi pengaruh tidak langsung sebesar 53?ri total pengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas komunikasi berperan sebagai mediator dalam hubungan antara emotional stability dan workforce agility. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi mekanisme psikologis dan sosial lain yang berpotensi memperkuat hubungan antara emotional stability dan workforce agility dalam konteks kerja yang beragam dan dinamis.

Rapid changes in the work environment require individuals to demonstrate workforce agility in order to respond effectively to evolving job demands. One psychological characteristic considered important in supporting adaptive work behavior is emotional stability. In this study, emotional stability was positioned as a predictor of workforce agility, with communication quality serving as a mediating variable. The hypothesis proposed that emotional stability influences workforce agility through communication quality. This study employed a quantitative approach using secondary data analyzed through mediation analysis. The results showed that emotional stability had a positive and significant effect on communication quality (? = 0.1462; p = 0.005), and communication quality had a positive and significant effect on workforce agility (? = 0.3798; p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : stabilitas emosi, kualitas komunikasi, agilitas, perilaku kerja adaptif

  1. S1-2026-498022-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498022-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498022-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498022-title.pdf