Kesediaan Untuk Melanjutkan Industri Rumah Tangga Gula Kelapa Di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
Aanisah Rozaan, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U.; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Gula kelapa adalah salah satu produk yang dikembangkan dari tanaman kelapa di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Hal ini diperlukan untuk mengetahui mengenai skala usaha dan peluang usaha di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha, tingkat kesediaan untuk melanjutkan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan untuk melanjutkan industri rumah tangga gula kelapa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2024 di Kapanewon Kokap dengan melibatkan 100 pengrajin dari dua kelurahan, Hargowilis dan Hargorejo. Sampel penelitian ditentukan menggunakan proportional random sampling, didapatkan hasil yaitu 53 pengrajin Kelurahan Hargowilis dan 47 pengrajin Kelurahan Hargorejo. Analisis R/C rasio, produktivitas modal, dan BEP digunakan untuk menentukan kelayakan, uji proporsi digunakan untuk menganalisis tingkat kesediaan melanjutkan usaha, dan analisis regresi logistik biner digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan untuk melanjutkan industri rumah tangga gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rumah tangga gula kelapa di Kapanewon Kokap layak untuk diusahakan. Tingkat kesediaan untuk melanjutkan industri rumah tangga gula kelapa tergolong tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap kesediaan untuk melanjutkan industri rumah tangga gula kelapa adalah harga jual, sedangkan pendapatan, tanggungan keluarga, dan kualitas produk berpengaruh negatif terhadap kesediaan untuk melanjutkan industri rumah tangga gula kelapa di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
Coconut sugar is one of the products developed from coconut plant in Kokap Sub-District, Kulon Progo Regency. This is necessary to know about the scale of the business and future business opportunities. Therefore, this study aims to analyze the feasibility of coconut sugar business, level of willingness to continue, and factors influence willingness to continue of coconut sugar home industry. This research was conducted in July 2024 in Kokap Sub-District by 100 craftsmen from two villages, Hargowilis and Hargorejo. Sample was determined using proportional random sampling, the result obtained was 53 craftsmen from Hargowilis Village and 47 craftsmen from Hargorejo Village. R/C ratio, capital productivity, and BEP were used to determine feasibility indicators, the proportion test was used to analyze the level of willingness to continue business, and binary logistic regression analysis was used to determine the factors affecting willingness to continue coconut sugar home industry. The result showed that coconut sugar home industry in Kokap Sub-district was feasible. The level of willingness to continue coconut sugar home industry is high. The factor that has a positive influence on the willingness to continue coconut sugar home industry is selling price, while income, family dependents, and quality of product have a negative influence on willingness to continue coconut sugar home industry in Kokap Sub-District, Kulon Progo Regency.
Kata Kunci : kesediaan untuk melanjutkan, kelayakan, industri rumah tangga gula kelapa