Laporkan Masalah

Hubungan Antara Usia Terhadap Tingkat Maturitas Secara Histopatologi Pada Pasien Teratoma Dan Kesintasan Di Rsup Dr. Sardjito

Maharani Febrianti, dr. Nunik Agustriani SpB, Subsp. BPed (K).; dr.Yulius Candra Adipurwadi Sp.BA, Subsp. U. A (K)

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah Anak

Latar Belakang: Teratoma merupakan jenis tumor sel germinal (Germ Cell Tumor) yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Karakteristik biologis dan tingkat maturitas teratoma (matur vs imatur) diketahui dipengaruhi oleh karakteristik demografis pasien, salah satunya adalah usia. Data mengenai hubungan antara usia terhadap tingkat maturitas teratoma di Indonesia masih terbatas.

Tujuan: Menganalisis hubungan antara usia dengan tingkat maturitas secara histopatologi, lokasi predileksi tumor, serta kesintasan (survival) pada pasien anak dengan teratoma di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta .

Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cohort retrospective pada 49 subjek pasien anak terdiagnosis teratoma di RSUP Dr. Sardjito periode Januari 2015 hingga Juni 2025. Data diambil dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square, Fisher’s Exact, korelasi Spearman, kurva Kaplan-Meier, serta regresi Cox .

Hasil: Pada penelitian ini didapatkan,mayoritas sampel adalah teratoma matur (63,3%) dengan lokasi paling sering di abdomen (51%) dan sakrokoksigeal (30,6%) . Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dengan maturitas tumor (p=0,020), di mana pasien usia ? 1 tahun cenderung memiliki risiko teratoma imatur yang lebih tinggi dibandingkan usia < 1 xss=removed xss=removed p=0,001),>

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dengan maturitas teratoma pada anak, terutama pada lokasi sakrokoksigeal. Tingkat maturitas tumor merupakan faktor prognostik yang signifikan terhadap kesintasan pasien, sedangkan lokasi tumor dan usia tidak berpengaruh secara mandiri terhadap kesintasan dalam analisis multivariat .

Background: Teratomas are the most common germ cell tumors (GCTs) in children. Their biological behavior and maturity levels (mature vs. immature) are influenced by patient demographics, especially age. However, data regarding this relationship in Indonesia remain limited.

Objective: To analyze the correlation between age and histological maturity, tumor location, and survival rates among pediatric teratoma patients at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Methods: This retrospective cohort study involved 49 pediatric patients diagnosed between January 2015 and June 2025. Data were analyzed using Chi-square, Fisher’s Exact, Spearman correlation, Kaplan-Meier curves, and Cox regression.

Results: Most cases were mature teratomas (63.3%), primarily located in the abdomen (51%) and sacrococcygeal region (30.6%). A significant correlation was found between age and maturity (p=0,020), patients aged ? 1year faced a higher risk of immature teratomas. Specifically in sacrococcygeal cases, a significant negative correlation (rho = -0,573; p = 0,025) indicated that older age at diagnosis correlates with higher immaturity. Survival analysis showed a significant difference (p=0,001),, with immature teratoma patients having a seven-fold higher mortality risk.

Conclusion: Age is significantly associated with teratoma maturity, particularly in sacrococcygeal locations. Tumor maturity serves as a critical prognostic factor for survival.

Kata Kunci : Teratoma, Usia, Maturitas Histopatologi, Kesintasan, Anak.

  1. SPESIALIS-2025-483998-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-483998-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-483998-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-483998-title.pdf