GENETIC VARIABILITY, POPULATION STRUCTURE, AND MUTATION PROFILING OF Phytophthora infestans IN OXATHIAPIPROLIN FUNGICIDE RESISTANCE
Ade Mahendra Sutejo, Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.; Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc.; Prof. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D.
2026 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis struktur populasi, variasi genetik dan mutasi nukleotida
sekuen OSBPI pada Phytophthora infestans
dalam hubungannya dengan terjadinya resistensi fungisida. Empat sub-ekperimen
dilakukan yaitu (1) mengkombinasikan metode penelitian secara konvensional
untuk optimasi teknik sampling, isolasi, identifikasi spesies, tipe mating, dan
(2) sensitifitas terhadap fungisida, sedangkan teknik molekuler seperti PCR
dengan marker spesifik untuk identifikasi spesies, tipe mating, dan analisis
genotipe; (3) PCR-RFLP untuk karakterisasi haplotipe mtDNA dan identifikasi
tipe mating; selanjutnya (4) PCR-Sequencing untuk identifikasi spesies dan tipe
mating yang lebih akurat serta analisis mutasi nukleotida. Sebanyak 126 sampel P. infestans yang terdiri dari kultur
dan DNA dikoleksi dari beberapa pertanaman kentang di pulau Jawa. Hasil
menunjukkan bahwa Whatman paper merupakan alternatif untuk sampling dan isolasi
DNA jarak jauh, kemudian marker O8-1F/2R sebagai marker identifikasi spesies
yang paling akurat. Sementara metode yang tepat untuk tipe mating adalah dengan
mengkombinasi teknik konvensional (metode uji ganda) dengan teknik molekuler
PCR-RFLP dan mikrosatelit. Ditemukan beberapa sample resisten terhadap
metalaxyl, dimetomorp dan oxathiapiprolin dengan titik mutasi sekuen OSBPI yang
berbeda-beda dengan K884C/E/R, S768D/N dan G770A/V
yang paling utama. Haplotipe Ia dan IIb terdeteksi dari analisis mtDNA dengan
Ia yang paling dominan sehingga dapat diasumsikan dan disimpulkan bahwa
populasi P. infestans pertama di
pulau Jawa berasal dari Eropa yang dibawa Belanda. Analisis genotipe
menunjukkan bahwa variabilitas genetik rendah sampai menengah diantara populasi
karena tingginya aliran gen dan rekombinasi genetik, tetapi variabilitas yang
tinggi diperoleh diantara dan antar individu dimana Magelang yang tertinggi dan
Tegal yang terendah. Tipe mating A1 dan A2 dideteksi dengan genotipe utama
adalah EU_2_A1; ID_01_A1; EU_13_A2; EU_33_A2; and EU_6_A1 dengan dua genotipe
awal yang paling dominan. Kombinasi mikrosatelit dan PCR-Sekuensing menunjukkan
hasil yang menjanjikan untuk analisis genotipe dalam hubungannya dengan
resistensi fungisida dan mutasi nukleotida.
Kata Kunci : Microsatellite, Oxathiapiprolin, Phytophthora infestans, Resistance, Genetic Variation