Ciri-ciri sosial ekonomi dan demografi yang melatarbelakangi usia kawin yang tinggi di kalurahan Kotabaru kecamatan Gondokusuman Yogyakarta
Retno Sri Narni, Drs. Kasto, M.A.
1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di Kalurahan Kotabaru Kecamatan Gondokusuman Kotamadya Yogyakarta. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana usia kawin pertama wanitaa terjadi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi usia kawin pertama wanita meliputi pendidikan sebelum kawin, pekerjaan sebelum kawin dan migrasi sebelum kawin. Metode penelitian dalam pemilihan daerah sampel menggunakan metode purposive sampling. Yang menjadi responden adalah wanita yang bersetatus kawin dan pernah kawin berusia paling tinggi 49 tahun. Jumlah responden 200 di ambil acak atau lotere. Di peroleh hasil bahwa rata-rata usia kawin pertama wanita di Kalurahan Kotabaru 25,6 tahun, dengan usia kawin pertama wanita terendah 17 tahun dan tertinggi usia kawin pertama wanita 32 tahun. Tingkat pendidikan di Kalurahan Kotabaru persentase tertinggi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ke atas (60 persen), kemudian Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 14 persen. Untuk mata pencaharian penduduk di Kalurahan Kotabaru terbesar adalah di bidang swasta yaitu 61,8 persen. Dari rata-rata usia kawin pertama wanita yang tinggi di Kalurahan Kotabaru tersebut, disebabkan oleh berbagai faktor sosial budaya yang terdapat di daerah penelitian, yakni di Kalurahan Kotabaru merupakan daerah kota dengan tersedianya fasilitas pendidikan dan pekerjaan yang mencukupi, sehingga memungkinkan penduduknya bekerja diberbagai bidang. Dan pandangan terhadap usia kawin pertama wanita sudah relatif tinggi hal tersebut terbukti penduduknya lebih mengutamakan karier demi masa depan.
-
Kata Kunci : Usia perkawinan, demografi