Analisis Komparatif Kinerja Reksa Dana Saham Dan Reksa Dana Indeks, Serta Evaluasi Kemampuan Stock Selection Dan Market Timing Pada Reksa Dana Saham Di Indonesia
ARIF AKHYANTO, Prof. Dr. Tandelilin Eduardus, M.B.A.,
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja antara reksa dana saham dan
reksa dana indeks di Indonesia, menguji konsistensi kinerja reksa dana saham,
serta mengevaluasi kemampuan fund manager reksa dana saham dalam menerapkan
strategi stock selection dan market timing.
Periode pengamatan penelitian mencakup Januari 2022 hingga Juni 2025, dengan
sampel sebanyak 100 reksa dana saham dan 20 reksa dana indeks yang terdaftar
dan aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengukuran
kinerja dilakukan menggunakan ukuran risk-adjusted performance,
yaitu Sharpe Ratio, Treynor Ratio, dan Jensen’s Alpha.
Selanjutnya, uji perbedaan kinerja antara reksa dana saham dan reksa dana
indeks dilakukan menggunakan uji statistik Mann–Whitney U. Konsistensi kinerja
reksa dana saham dianalisis menggunakan Uji Konkordansi Kendall’s W, sementara
kemampuan stock selection dan market timing dievaluasi
menggunakan model regresi Treynor–Mazuy.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja yang signifikan antara
reksa dana saham dan reksa dana indeks, di mana reksa dana indeks secara
konsisten memiliki kinerja yang lebih unggul berdasarkan ketiga ukuran risk-adjusted
performance yang digunakan. Uji konsistensi kinerja menunjukkan bahwa
peringkat kinerja reksa dana saham berdasarkan Sharpe dan Treynor
Ratio bersifat konsisten, yang mengindikasikan bahwa portofolio reksa
dana saham dalam penelitian ini relatif telah terdiversifikasi dengan baik.
Selanjutnya, hasil estimasi model Treynor–Mazuy menunjukkan bahwa secara
agregat fund manager reksa dana saham tidak memiliki kemampuan stock
selection maupun market timing yang signifikan selama periode
penelitian.
Secara
keseluruhan, temuan penelitian yang menunjukkan bahwa strategi pengelolaan
pasif melalui reksa dana indeks lebih kompetitif dibandingkan strategi
pengelolaan aktif pada reksa dana saham mengindikasikan kondisi pasar modal
Indonesia yang cenderung efisien selama periode penelitian, sehingga hal
tersebut berimplikasi terhadap terbatasnya ruang bagi fund manager reksa dana
saham untuk secara konsisten memberikan kinerja yang lebih tinggi dari pasar.
This study aims to analyze the
performance differences between equity mutual funds and index mutual funds in
Indonesia, examine the performance consistency of equity mutual funds, and
evaluate the ability of equity mutual fund managers to implement stock
selection and market timing strategies. The observation period covers January
2022 to June 2025, with a sample of 100 equity mutual funds and 20 index mutual
funds that are registered and actively operating under the supervision of the
Financial Services Authority.
Fund performance is measured using
risk-adjusted performance indicators, namely the Sharpe Ratio, Treynor Ratio,
and Jensen’s Alpha. The performance differences between equity mutual funds and
index mutual funds are tested using the Mann–Whitney U statistical test. The
consistency of equity mutual fund performance is examined using Kendall’s
Coefficient of Concordance (Kendall’s W), while stock selection and market
timing abilities are evaluated using the Treynor–Mazuy regression model.
The results indicate a
statistically significant difference in performance between equity mutual funds
and index mutual funds, with index mutual funds consistently outperforming
equity mutual funds based on all three risk-adjusted performance measures. The
performance consistency test shows that the rankings of equity mutual funds
based on the Sharpe and Treynor Ratios are highly consistent, suggesting that
the portfolios of equity mutual funds in this study are relatively well
diversified. Furthermore, the Treynor–Mazuy estimation results indicate that,
on an aggregate basis, equity mutual fund managers do not exhibit significant
stock selection or market timing abilities during the study period.
Overall, the findings reveal that
passive investment strategies implemented through index mutual funds are more
competitive than active management strategies employed by equity mutual funds,
indicating that the Indonesian capital market tended toward efficiency during
the study period. Consequently, this condition limits the ability of equity
mutual fund managers to consistently outperform the market.
Kata Kunci : reksa dana saham, reksa dana indeks, Sharpe Ratio, Treynor Ratio, Jensen’s alpha, treynor–mazuy, stock selection, market timing, pasar efisien, strategi pengelolaan aktif, strategi pengelolaan pasif