Laporkan Masalah

Determinan kepuasan dokter Puskesmas terhadap sistem pembayaran kapitasi wajib PT. Askes di Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah

WINTERA, I Gede Made, drg. Julita Hendrartini, M.Kes

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Sistem pembayaran kapitasi merupakan salah satu mekanisme pembayaran prospektif yang mempunyai pengaruh terhadap efisiensi biaya dan mutu pelayanan. Dalam implementasinya, sistem pembayaran kapitasi banyak mengalami masalah diantaranya masih adanya keluhan beberapa dokter yang menyatakan kurang paham dengan sistem pembayaran kapitasi dan tidak diketahuinya ketentuan-ketentuan dalam kontrak kerjasama antara Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dengan PT. Askes. Hal ini merupakan tantangan yang perlu mendapat perhatian secara serius karena akan mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan terhadap peserta PT. Askes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dokter puskesmas terhadap sistem pembayaran kapitasi peserta wajib PT. Askes di Kabupaten Donggala. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Alat penelitian berupa kuesioner tertutup, kuesioner terbuka dan pedoman wawancara. Populasi penelitian adalah semua dokter puskesmas se Kabupaten Donggala. Pengambilan sampel dilakukan secara sampling jenuh yaitu 20 orang dokter umum dan 6 orang dokter gigi yang ada di 22 puskesmas. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif kemudian diuji secara statistik menggunakan analisis Korelasi Jenjang Spearman (Rank Correlation). Hasil Penelitian : Sebagian besar dokter puskesmas mempunyai tingkat kepuasan yang rendah terhadap sistem pembayaran kapitasi, walaupun 76,9% mempunyai pengetahuan baik. Masa kerja responden sebagian besar di bawah 10 tahun (84,6%) dan jumlah peserta wajib PT. Askes yang terdaftar di masing-masing puskesmas sebagian besar di bawah 500 orang, sedangkan yang di atas 2.000 orang hanya 4 puskesmas. Dari uji statistik diperoleh hasil tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, dan besaran jasa medis dengan tingkat kepuasan (r=0,316, p=0,115 dan r=0,220, p=0,281), sementara masa kerja dan jumlah peserta mempunyai hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan dokter puskesmas terhadap sistem pembayaran kapitasi (p=0,434, r=0,027 dan p=0,405, r=0,040). Kesimpulan : Sebagian besar dokter puskesmas tidak puas terhadap sistem pembayaran kapitasi, khususnya terhadap besaran kapitasi. Semakin besar jumlah peserta dan semakin lama masa kerja dokter puskesmas semakin tinggi pula tingkat kepuasannya terhadap sistem pembayaran kapitasi.

Background: Capitation payment system is a prospective payment mechanism which affects cost efficiency and service quality. However, the implementation of capitation payment system brings some problems, one of them is doctors' lack of understanding about capitation payment system and terms of cooperation contract between health service provider and PT. Askes. This is a challenge needing serious attention because this can affect health quality service given to PT. Askes participants. Objectives: The study was meant to know satisfaction of community health service doctors' with capitation payment system of PT. Askes participants at Donggala District. Method: This was an analytical study which used cross sectional design. Research instruments used were close questionnaires, open questionnaires and guided interview. The population were all doctors of community health centers at Donggala District. Samples taken were full sampling comprising 20 general practitioners and 6 dentists from 22 community health centers. Data were descriptively analyzed then statistically tested using Rank Correlation analyses. Result: Most of doctors had low satisfaction with capitation payment system although 76.9% of them had good knowledge about the system. Respondents' length of work was mostly less than 10 years (84.6%) and the number of PT. Askes participants registered in each community health center was 500 people and there were 4 community health centers. Statistical test showed that there was no significant relationship between knowledge,and medical recnuneration with satisfaction (r=0.316, p=0.115 and r=0.220, p= 0.281), whereas length of work and number of participants had significant relationship with satisfaction of community health center doctors (r=0.434, p=0.027 and r=0.405, p=0.040) with capitation payment system. Conclusion: Most of doctors at community health centers were dissatisfied with capitation payment system, especially with capitation remuneration. The bigger number of participants and the longer a doctor worked the higher his/her satisfaction about capitation payment system

Kata Kunci : Kebijakan Pembiayaan,Kapitasi Wajib PT Askes,Kepuasan Dokter


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.