Laporkan Masalah

The Association between Urinary Tract Infection and Preeclampsia in RSUP Dr. Sardjito in 2024: A Retrospective Case Control Study

Ramelna Zein, Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, Sp.OG(K), M.Sc. ;dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D.

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta tetap menjadi kontributor penting terhadap luaran kehamilan yang merugikan. Di Indonesia, gangguan hipertensi dalam kehamilan, termasuk preeklamsia, masih berperan penting dalam angka kematian ibu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infeksi maternal selama kehamilan, khususnya infeksi saluran kemih (ISK), dapat berkontribusi terhadap perkembangan preeklamsia melalui respons inflamasi, disfungsi endotel, dan hipoksia plasenta. Namun demikian, bukti yang ada mengenai hubungan antara ISK dan preeklamsia masih tidak konsisten, dengan variasi antarpopulasi, desain penelitian, dan sistem pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara infeksi saluran kemih dan preeklamsia pada ibu hamil yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dengan mempertimbangkan faktor maternal dan obstetri yang mungkin berperan sebagai perancu. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan studi kasus–kontrol retrospektif menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis ibu hamil yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2024. Sebanyak 59 partisipan diikutsertakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari 29 ibu dengan preeklamsia dan 30 ibu tanpa preeklamsia. Status ISK ditentukan berdasarkan diagnosis yang terdokumentasi dan didukung oleh temuan pemeriksaan urine flow cytometry. Analisis bivariat dilakukan untuk menilai hubungan kasar antarvariabel, kemudian dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat untuk mengendalikan variabel perancu potensial, termasuk usia maternal, indeks massa tubuh (IMT) sebelum kehamilan, paritas, graviditas, dan jumlah janin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi saluran kemih ditemukan pada 40,7% partisipan dan lebih sering dijumpai pada ibu dengan preeklamsia. Namun, hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik baik pada analisis bivariat (p = 0,089) maupun multivariat (OR tersesuaikan 2,99; CI 95% 0,61–14,61; p = 0,176). IMT sebelum kehamilan menunjukkan hubungan independen yang bermakna dengan preeklamsia, di mana IMT yang lebih tinggi meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia (OR tersesuaikan 1,33; CI 95% 1,07–1,65; p = 0,011). Nulliparitas lebih sering ditemukan pada ibu dengan preeklamsia dan menunjukkan hubungan bermakna pada analisis bivariat. Namun, hubungan tersebut tidak bertahan setelah penyesuaian multivariat. Usia maternal, graviditas, dan jumlah janin tidak menunjukkan hubungan independen dengan preeklamsia.

Preeclampsia is one of the leading causes of maternal morbidity and mortality and remains a major contributor to adverse pregnancy outcomes. In Indonesia, hypertensive disorders of pregnancy, including preeclampsia, continue to play an important role in maternal mortality. Several studies have suggested that maternal infections during pregnancy, particularly urinary tract infection (UTI), may contribute to the development of preeclampsia through inflammatory responses, endothelial dysfunction, and placental hypoxia. However, existing evidence regarding the association between UTI and preeclampsia remains inconsistent, with variations across populations, study designs, and healthcare settings. Therefore, this study aimed to analyze the association between urinary tract infection and preeclampsia among pregnant women treated at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, while considering maternal and obstetric factors that may act as confounders. To address this objective, a retrospective case–control study was conducted using secondary data obtained from medical records of hospitalized pregnant women at RSUP Dr. Sardjito in 2024. A total of 59 participants were included, consisting of 29 women with preeclampsia and 30 women without preeclampsia. UTI status was determined based on documented diagnoses supported by urine flow cytometry findings. Bivariate analyses were performed to assess crude associations, followed by multivariate logistic regression to adjust for potential confounding variables, including maternal age, pre-pregnancy body mass index (BMI), parity, gravidity, and fetal count. The results showed that urinary tract infection was identified in 40.7% of participants and was more frequently observed among women with preeclampsia; however, the association was not statistically significant in both bivariate (p = 0.089) and multivariate analyses (adjusted OR 2.99; 95% CI 0.61–14.61; p = 0.176). Pre-pregnancy BMI showed a significant independent association with preeclampsia, with higher BMI increasing the risk of preeclampsia (adjusted OR 1.33; 95% CI 1.07–1.65; p = 0.011). Nulliparity was more frequently observed among women with preeclampsia and was significantly associated in the bivariate analysis; however, this association did not persist after multivariate adjustment. Maternal age, gravidity, and fetal count were not independently associated with preeclampsia.

Kata Kunci : Preeclampsia, Urinary tract infection, Pre-pregnancy body mass index, Pregnancy

  1. S1-2026-492406-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492406-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492406-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492406-title.pdf