Critical Discourse Analysis Towards “MPREG” (Male Pregnancy) Discussion Among Indonesian Women in Social Media X
Shafa Azizah Putri Azka, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Studi ini mengeksplorasi bagaimana perempuan Indonesia menggunakan istilah "mpreg" (sebuah trope fanfiction yang membayangkan kehamilan pria) di platform media sosial X pada Agustus 2024 sebagai cara satir untuk mengkritik ketidaksetaraan peran gender dalam reproduksi dan tenaga kerja domestik. Berasal dari komunitas fanfiction, istilah tersebut telah berevolusi menjadi ekspresi humoris namun tajam dari ketidakpuasan perempuan terhadap dominasi patriarkal dan ketidakadilan dalam peran reproduksi dan rumah tangga. Dengan menerapkan analisis wacana kritis, sebuah pendekatan metodologis untuk membongkar bahasa, kekuasaan, dan ideologi, penelitian ini menjelaskan bagaimana “mpreg” berfungsi sebagai alat diskursif untuk menantang misogini—yang di sini dipahami sebagai permusuhan dan perlakuan tidak adil yang melekat terhadap perempuan dalam norma gender sehari-hari—serta mengartikulasikan pengalaman hidup ketidakadilan gender. Temuan mengungkapkan bahwa, di balik humor absurdnya yang tampak, wacana “mpreg” menerangi ketegangan sosial yang mendalam, termasuk beban yang tidak proporsional pada perempuan dan ekspektasi idealis namun tidak terpenuhi mengenai partisipasi pria dalam pengasuhan. Dalam studi ini, “mpreg” berfungsi sebagai kata kunci sentral di mana wacana dilacak dan dianalisis, bukan sebagai usulan harfiah untuk kehamilan pria.
This study explores how Indonesian women use the term "mpreg" (a fanfiction trope imagining male pregnancy) on social media platform X in August 2024 as a satirical way to critique unequal gender roles in reproduction and domestic labour. Originating in fanfiction communities, the term has evolved into a humorous yet incisive expression of women's discontent with patriarchal dominance and inequities in reproductive and household roles. Implementing critical discourse analysis, a methodological approach to unpacking language, power, and ideology, the research explains how “mpreg” functions as a discursive tool for challenging misogyny, understood here as entrenched hostility and unfair treatment toward women in everyday gender norm, and articulating lived experiences of gender inequity. Findings reveal that, beneath its ostensibly absurd humour, “mpreg” discourse illuminates profound societal tensions, including the disproportionate burdens on women and idealized yet unfulfilled expectations of male participation in caregiving. In this study, “mpreg” functions as the central keyword around which discourse is traced and analysed, rather than a literal proposal for male pregnancy.
Kata Kunci : Mpreg, Critical Discourse Analysis, Gender Norms, Indonesian Women, Social Media X