Pengembangan Cangkang Kapsul Berbasis ?-Karagenan dengan Penguat Selulosa Mikrokristalin
Manda Vais Jatul Fitri, Ir. Yuni Kusumastuti, S.T., M.Eng., D.Eng, IPM ; Dr. Melbi Mahardika, S.T
2026 | Tesis | S2 Teknik Kimia
Peningkatan kebutuhan
cangkang kapsul mendorong pengembangan material alternatif yang ramah
lingkungan dan berbasis sumber daya lokal. Karagenan, yang merupakan
polisakarida yang berasal dari rumput laut, berpotensi dikembangkan sebagai
bahan cangkang kapsul, dengan penguat selulosa mikrokristalin dan perlakuan
ultrasonik untuk meningkatkan homogenitas suspensi. Penelitian ini bertujuan
memperoleh formulasi optimum cangkang kapsul berbasis karagenan menggunakan
Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Central Composite Design
(CCD), serta menganalisis karakteristik fisik, mekanik, pelepasan obat, dan
kinetika pelepasan, dan membandingkannya dengan kapsul komersial di pasaran.
Formulasi optimum diperoleh dari penambahan selulosa mikrokristalin sebesar
6,36?n waktu ultrasonik selama 19,60 menit, menghasilkan kekuatan tarik
sebesar 26,2 MPa, elongasi 11,11%, dan WVP 1,7, dengan validitas model >
95%. Rasio swelling mencapai 835% pada pH 1,2 dan 1715% pada pH 6,8, dengan
waktu disintegrasi masing-masing 35,1 dan 26 menit. Pelepasan kurkumin selama
120 menit sebesar 6,97±0,2% pada pH 1,2 dan 17,06±0,3% pada pH 6,8, mengikuti
kinetika orde nol. Kapsul memenuhi standar SNI untuk ketebalan, bobot, panjang
cap, panjang body, dan diameter. Kapsul juga memenuhi standar BPOM untuk kadar
air dan dissolusi, serta memenuhi standar USP untuk sifat mekanik dan memiliki
nilai barrier properties yang lebih rendah dari kapsul gelatin komersial.
Selain itu, respons terhadap pH berpotensi menjadikan kapsul pada studi ini
sebagai pengantar obat yang baik untuk pH 6,8 (usus).
The growing demand for capsule shells
is driving the development of environmentally friendly, locally sourced
alternative materials. Carrageenan, a polysaccharide derived from seaweed, has potential
as a capsule shell material, with microcrystalline cellulose as a reinforcing
agent and ultrasonic treatment to improve suspension homogeneity. This study
aims to obtain the optimal carrageenan-based capsule shell formulation using
Response Surface Methodology (RSM) with a Central Composite Design (CCD), and
to analyze physical, mechanical, drug-release, and release-kinetics properties.
The optimum formulation was obtained with the addition of 6.36%
microcrystalline cellulose and an ultrasonic treatment time of 19,60 minutes,
resulting in a tensile strength of 26.2 MPa, elongation 11.11%, and WVP 1.7,
with model validity >95%. The swelling ratio reached 835% at pH 1.2 and
1715% at pH 6.8, with the disintegration times being 35.1 and 26 minutes,
respectively. Curcumin release over 120 minutes wa 6.97±0,2% at pH 1,2 and
17,06±0,3% at pH 6,8, following zero-order kinetics. The capsule meets SNI
standards for thickness, weight, cap length, body length, and diameter. The
capsules also comply with BPOM standards for moisturizer and drug content. and
UPS standards for mechanical properties, and have lower barrier properties than
commercial gelatin capsules. In addition, the pH-responsive behavior suggests
that the capsule in this study could be a good drug carrier at pH 6.8
(intestine)
Kata Kunci : ?-carrageenan, MCC, Ultrasonic, Capsule shells, Drug delivery, and Kinetic release