Policy Learning dalam Kebijakan Perlindungan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Studi Kasus pada Kota Yogyakarta)
Sri Wulan Agustin, Prof. Dr. Muhadjir Darwin, MPA
2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Kekerasan terhadap perempuan dan
anak menjadi isu krusial yang tidak hanya menjadi isu marginal tetapi juga
sebuah bukti epidemi sosial yang tersebar secara terstruktur dan sistematis di
berbagai belahan dunia. Penelitian ini menganalisis bagaimana mekanisme policy
learning dalam kebijakan perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak
di Kota Yogyakarta, dengan fokus pada bagaimana policy learning
berkontribusi terhadap perubahan kebijakan dari Peraturan Walikota Yogyakarta
Nomor 39 Tahun 2013 menjadi Peraturan Walikota Nomor 7 Tahun 2025. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang bertujuan
memahami secara mendalam dinamika pembelajaran kebijakan dalam konteks lokal.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah
dokumen kebijakan, dengan melibatkan aktor dari lembaga pemerintah, unit
layanan, Non Governmental Organization (NGO), penegak hukum, dan
jejaring masyarakat sipil. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis
interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) dengan penekanan pada reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan utama penelitian
mengidentifikasi bahwa policy learning di Kota Yogyakarta dipicu oleh
tiga faktor utama, yaitu: (1) Interaksi antar aktor lintas sektor yang intensif
dan berkelanjutan, (2) Tekanan eksternal berupa peningkatan kasus, tuntutan
masyarakat sipil, dan perubahan regulasi nasional, serta (3) Konteks sosial,
politik, dan budaya yang khas, ditandai oleh kuatnya tradisi aktivisme
perempuan, peran strategis organisasi masyarakat sipil, serta kepemimpinan
simbolik dan substantif Kanjeng Ratu Hemas dalam isu perlindungan perempuan dan
anak. Proses policy learning berlangsung melalui mekanisme evaluasi
implementasi, umpan balik dari penanganan kasus, serta lesson drawing
dari praktik lokal dan jejaring. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya
kajian policy learning dengan menegaskan pentingnya konteks lokal dan
jaringan aktor dalam proses policy learning. Secara empiris, temuan
penelitian memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk
membangun sistem policy learning yang lebih terstruktur, berbasis data,
dan berorientasi pada perubahan sosial jangka panjang dalam kebijakan perlindungan
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kata Kunci : Policy Learning, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Abstarct
Violence
against women and children remains a critical social issue, not merely as a
marginal concern but as a structured and systemic social epidemic. This thesis
examines the mechanism of policy learning within the policy framework of
protection against violence toward women and children in the City of
Yogyakarta. The study focuses on how policy learning contributed to the
transformation of local regulation from Mayor Regulation No. 39 of 2013 to
Mayor Regulation No. 7 of 2025. Using a qualitative case study design, the
research seeks to understand the dynamics of learning processes embedded within
local governance and inter-organizational collaboration. Data were collected
through in-depth interviews, participant observation, and document analysis
involving government agencies, service units, non-governmental organizations,
law enforcement actors, and civil society networks. Data were analyzed using
the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, emphasizing data reduction,
data display, and conclusion drawing.
The
findings reveal that policy learning in Yogyakarta is driven by three major
factors: intensive cross-sectoral interaction among actors, external pressures
including increasing case reports and national regulatory changes, and the
unique socio-political context characterized by strong women’s activism and
symbolic leadership. Policy learning occurs through mechanisms such as
case-based learning, evaluation of implementation gaps, lesson drawing from
local practices, and bottom-up information exchange between NGOs and government
institutions. The study confirms that learning processes do not solely emerge
from formal regulatory frameworks but from experiential engagement with complex
case realities. Theoretically, the research enriches policy learning literature
by highlighting the importance of local context and actor networks in shaping
policy change. Empirically, it provides strategic recommendations for local
governments to institutionalize structured, data-driven, and participatory
learning systems aimed at long-term social transformation in violence
protection policies.
Keywords: Policy
Learning, Violence against Women and Children
Kata Kunci : Policy Learning, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak