Laporkan Masalah

Studi kualitas airtanah bebas daerah Parangtritis kabupaten Bantul dan sekitarnya Daerah Istimewa Yogyakarta

Rofiq Sukma Rachmawati, Drs. Suyono, M.S.

1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui penurunan kualitas airtanah bebas di daerah penelitian akibat limbah domestik dan pertanian, dan 2) mengevaluasi kualitas air untuk air minum berdasarkan kandungan-kandungan kimianya. Daerah penelitian terletak di Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul yang terdiri dari tiga unit bentuklahan yaitu tanggul alam, bekas rawa belakang, dan komplek gunuk pasir. Pengambilan sampel airtanah bebas diambil secara stratified random sampling. Sampel dianalisis untuk memperoleh data temperatur, pH. DHL, kekeruhan, serta kandungan unsur-unsur Na, K, Ca, Mg, Fe, CI, HCO3, SO4. CO3, CaCO?, NH4, NO2, NO3, PO4, BOD, dan COD. Dalam menentukan apakah airtanah bebas di daerah penelitian memenuhi syarat untuk air minum, maka kandungan unsur-unsur tersebut dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu SK. Gubemur DIY No. 214/KPTS/1991. Analisis untuk unsur-unsur mayor disajikan dalam bentuk diagram Stiff, sedangkan unsur-unsur sebagai indikator pencemaran limbah domestik disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daerah tanggul alam kualitas airtanahnya telah tercemar oleh limbah domestik, dibuktikan dengan tingginya kadar NH4. Di daerah bekas rawa belakang kandungan NH4, NO3, NO2, dan PO4, yang tinggi disebabkan limbah pertanian. Pada daerah gumuk pasir kandungan NH4, BOD, dan COD yang tinggi karena akumulasi limbah dari daerah atasnya yang mengalir ke selatan searah dengan arah aliran airtanahnya. Berdasarkan analisa dengan menggunakan diagram Stiff, daerah penelitian sebagian besar bertipe kalsiumbikarbonat lebar. Keberadaan unsur kalsium dan bikarbonat ini berasal dari escarpment di sebelah timur Parangtritis yang materialnya berasal dari hasil erosi deretan Baturagung yang banyak mengandung unsur CaCO3. Berdasarkan standar baku mutu air minum yaitu Keputusan Gubernur Kepala DIY No. 214/KPTS/1991 ternyata secara umum airtanah di daerah penelitian memenuhi syarat baku mutu air golongan B yaitu sebagai bahan baku air minum. Sampel yang kandungan unsumya melebihi nilai ambang batas yaitu sampel FB4 di dusun Bungkus yang memiliki kandungan NH4, sebesar 0,51 mg/l dan sampel FB2 di dusun Ngentak yang kandungan BODnya mencapai 5,50 mg/l.

-

Kata Kunci : Kualitas airtanah bebas

  1. S1-1998-80401-abstract.pdf  
  2. S1-1998-80401-bibliography.pdf  
  3. S1-1998-80401-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1998-80401-title.pdf