Pemetaan bangunan dan fasilitas lingkungan kotamadya Yogyakarta tahun 1968 dan tahun 1988/1989
Rahmatul Jannah, Drs. Sukwardjono
1990 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHMasalah yang dihadapi kota-kota dewasa ini adalah lajunya pertambahan penduduk. Sebagai akibat konsentrasi penduduk yang meningkat adalah bertambahnya kebutuhan akan bangunan baik sebagai tempat tinggal maupun untuk keperluan lain, dan fasilitas-fasilitas lingkungannya. Bangunan merupakan kebutuhan pokok masyarakat sebagai tempat tinggal, tempat bekerja, tempat belajar dan tempat kegiatan sosial ekonomi lainnya, maka seharusnyalah mendapat perhatian dalam pemenuhan serta pengaturan ruang tata kota guna mencegah atau mengurangi kepadatan bangunan di beberapa tempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan data keadaan bangunan dan fasilitasnya yang divisualisasikan data keadaan penduduk dan data luas wilayah, Kantor Dinas Tata Kota diperoleh data konstruksi bangunan, fungsi bangunan, dan jumlah penduduk, Kantor Pekerjaan Umum diperoleh data jaringan air kotor, data kelas jalan dan kondisinya, Kantor Perusahaan Listrik Negara diperoleh data jumlah pelanggan listrik, Kantor Perusahaan Daerah Air Minum diperoleh data jumlah pelanggan air minum. Data yang telah terkumpul diolah dan divisualisasikan dalam bentuk simbol kemudian diplotkan pada peta dasar skala 1:15 000 dan skala 1:25 000 sesuai dengan lokasinya masing-masing. Simbol yang digunakan adalah simbol titik berupa diagram lingkaran, simbol area dengan arsir dan warna, dan simbol garis. Peta-peta yang dihasilkan berupa data pokok yang antara lain : peta kontruksi bangunan, peta fungsi bangunan, peta kepadatan bangunan, peta prosentase pelanggan listrik, peta prosentase pelanggan air minum, peta kelas jalan, peta jaringan air kotor. Peta bantu antara lain, peta administrasi dan pets tata guna lahan. Dari peta-peta yang dihasilkan dapat dilihat dengan jelas penyebaran keadaan bangunan dan fasilitasnya, serta dengan mengkaitkan peta satu dengan peta lainnya dapat diketahui keadaan lingkungan permukiman di wilayah Kotamadya Yogyakarta yang sebagian besar berkondisi cukup baik. Wilayah pusat dan sekitar pusat kota mempunyai masalah kepadatan bangunan yang tinggi dan kualitas bangunan rendah, sedangkan wilayah yang jauh dari pusat kota terjadi sebaliknya. Perubahan kualitas bangunan dan prosentase pelanggan listrik cukup besar terdapat pada wilayah yang jauh dari pusat kota, perubahan kepadatan bangunan dan prosentase pelanggan air minum cukup besar terdapat pada wilayah pusat kota, sedangkan perubahan fungsi bangunan cukup besar menyebar secara merata di seluruh wilayah Kotamadya Yogyakarta.
-
Kata Kunci : Pemetaan bangunan ,fasilitas lingkungan