Laporkan Masalah

Deteksi Resistensi Antibiotik pada Aeromonas spp. dari Budidaya Ikan Air Tawar di Kabupaten Sleman.

Anita Rahmawati, Prof. Dr. Ir. Murwantoko; Indah Istiqomah, S.Pi, M.Si, Ph.D

2026 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN

Studi ini meninjau resistensi antibiotik pada bakteri Aeromonas spp. yang diisolasi dari ikan budidaya air tawar di Kabupaten Sleman. Sebanyak 73 isolat bakteri diperoleh melalui isolasi dan karakterisasi biokimia dasar. Metode Kirby Bauer disk diffusion digunakan untuk menganalisis resistensi antibiotik pada setiap isolat. Indeks resistensi antibiotik multipel (MAR) dihitung untuk setiap isolat guna menilai resistensi antibiotik multipel. Isolat yang resisten terhadap multiple antibiotik kemudian dianalisis untuk nilai MIC menggunakan metode mikrodilusi. Gen resistensi pada setiap isolat resistensi mutipel diuji menggunakan PCR konvensional. Analisis menunjukkan bahwa rentang rata-rata indeks MAR adalah 0,00-0,18. Antibiotik ciprofloksasin menunjukkan tingkat resistensi tertinggi (8,22%) di antara semua isolat bakteri. Hasil MIC isolat resistensi multipel berkisar antara 0,094 hingga 2.048 µg/ml. Gen resistensi yang terdeteksi adalah tetA, tetE, qnrS, dan sul1. Hal ini menunjukkan adanya resistensi antibiotik pada Aeromonas spp. yang sedang berkembang dan berisiko terhadap keberlanjutan budidaya perairan dan kesehatan masyarakat. Studi ini memberikan wawasan terbaru tentang kondisi resistensi antibiotik di lingkungan budidaya perairan tawar, khususnya di Kabupaten Sleman, dan menjadi peringatan mengenai pentingnya pemantauan dan pengelolaan antibiotik dalam budidaya perairan.

This study reviewed antibiotic resistance in Aeromonas spp. bacteria isolated from freshwater aquaculture in Sleman Regency. A total of 73 bacterial isolates were obtained through isolation and basic biochemical characterization. Kirby Bauer disk diffusion was used to analyzed the antibiotic resistance of each isolate. The multiple antibiotic resistance (MAR) index was calculated for each isolate to assess multiple antibiotic resistance. Multiple resistant isolates were then analyzed for MIC values using the microdilution method. The resistance genes of each multiple resistant isolate were tested using conventional PCR. The analysis showed that the avarage range of the MAR index was 0.00-0.18. Ciprofloksasin antibiotics showed the highest resistance rate (8.22%) among all bacterial isolates. The MIC results of the multiple resistant isolates ranged from 0.094 to 2,048 µg/ml. The detected resistance genes were tetA, tetE, qnrS, and sul1. This indicates the presence of antibiotic resistance, particularly among Aeromonas spp., which is emerging and poses a risk to the sustainability of aquaculture and public health. This study perovides new insight into the condition of antibiotic resistance in freshwater aquaculture environments, particularly in Sleman Regency, and serves as a warming regarding the importance of monitoring and managing antibiotics in aquaculture. 

Kata Kunci : Aeromonas spp., difusi cakram, gen resisten, minimum inhibitory concentration

  1. S2-2026-526690-abstract.pdf  
  2. S2-2026-526690-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-526690-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-526690-title.pdf