Evaluasi pelatihan manajemen terpadu bayi muda terhadap kompetensi bidan dalam kunjungan neonatus di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara
SANGA, Maria Adela Aty, Prof.dr. Achmad Surjono, SpAK.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Tiap tahun sekitar sepuluh juta anak usia di bawah lima tahun yang meninggal dan tiga hingga sembilan juta dari jumlah tersebut terjadi pada dua puluh delapan hari pertama kehidupan. Di Kabupaten Buton ada peningkatan jumlah kematian bayi dari tahun 2000 sebanyak 30 bayi sedangkan tahun 2003 berjumlah 82 bayi. Untuk mengatasi masalah kematian bayi ini, maka Depkes melaksanakan pelatihan Manajemen Terpadu Bayi Muda yang diadopsi dari WHO. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hasil pelatihan MTBM, permasalahan yang hendak diteliti adalah apakah bidan yang telah dilatih kompeten melaksanakan MTBM dan bagaimana hubungan dengan kunjungan neonatus dua dan jumlah kasus neonatus yang ditemukan. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para bidan di Kabupaten Buton Propinsi Sulawesi Tenggara. Subyek dalam penelitian ini adalah bidan yang bertugas di puskesmas Kabupaten Buton. Sebagai kelompok yang mendapat perlakuan adalah bidan yang telah mendapatkan pelatihan manajemen terpadu bayi muda dan pernah mengerjakan tatalaksana bayi hipotermi, kemungkinan infeksi bakteri, dan berat badan rendah. Sebagai kontrol adalah bidan yang tidak dilatih. Rancangan yang digunakan adalah post test-only control group. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap persiapan dan pelaksanaan. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi square serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Dari penelitian diperoleh ada hubungan yang bermakna (p<0,05) antara pelatihan dan kompetensi bidan dalam kualitas kunjungan neonatal 2 (untuk bayi usia 8-28 hari). Dari hasil analisis bivariat diperoleh kompetensi bidan untuk klasifikasi hipotermi RR 4,43, kemungkinan infeksi bakteri RR 4,00 dan berat badan rendah RR 4,78. Pada uji regresi logistik ditemukan bahwa umur dan lama kerja memiliki hubungan yang bermakna dengan kompetensi bidan pada penatalaksanaan kemungkinan infeksi bakteri. Kesimpulan: Pelatihan MTBM memiliki hubungan yang bermakna dengan kompetensi bidan. Cakupan kunjungan neonatus dan jumlah kasus neonatus tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kompetensi. Umur dan lama kerja pada kemungkinan infeksi bakteri memiliki hubungan yang bermakna dengan kompetensi bidan
Background: Every year about ten millions of children under five die and three to nine millions of that number happen during the first twenty eight days of life. At Buton District there is an increasing number of infant mortality from 30 infants in 2000 to 82 in 2003. To overcome the problem the Health Office conducts an integrated management of young infant training adopted from the World Health Organization. Objective: The study was intended to evaluate the output of integrated management of young infant training. The problem studied was wheather neonatal visit was of good quality or not by considering midwives' competence after they had been given training on integrated management of young infants. Methods: The study was a quasi experimental type which used both quantitative and qualitative approaches. Population of the study were midwives and the subject were those assigned at the Community Health Center of Buton District. The group that was treated consisted of midwives that had been trained on integrated management of young infants and had handled hypotermia, possible baccilus infection possibility and low birth weight. The control group were midwives that had never had such training. Post test only control group design was used. Data analysis used univariable with frequency distribution, bivariable with chi square and multivariate with logistic regression. Result: The result of the study showed that there was significant relationship (p<0.05) between training and midwives' competence in neonatal 2 visit quality (for infants of 8-28 days). From bivariable analysis it could be seen that midwives' competence in hypotermia classification RR 4.43, possible bacillus infection RR 4.00 and low birth weight RR 4.78 with. Logistic regression analysis showed that age, length of work influence midwives' competence. Conclusion: Training influenced midwives' competence. Training not influenced midwives' in neonatal 2 visit. Age and length of work influence midwives' competence in possible baccilus .
Kata Kunci : Kesehatan Anak,Kompetensi Bidan,Kunjungan Neonatus,integrated management of young infants, neonatal visit, midwives' competence