Laporkan Masalah

ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG) TERHADAP RISIKO PERUSAHAAN: STUDI EMPIRIS DI PASAR MODAL ASEAN-6

Ghalib Abyan, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Dalam pasar modal ASEAN yang semakin terintegrasi, profil risiko perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh kapasitas perusahaan dalam mengelola risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola. Penguatan integrasi kawasan melalui AEC 2025 mempercepat arus modal lintas negara sekaligus meningkatkan penekanan investor pada risiko non-keuangan. Meski demikian, temuan empiris terkait peran ESG terhadap risiko investasi masih belum konsisten, terutama ketika risiko dibedakan menjadi risiko sistematis berbasis beta dan risiko total berbasis volatilitas return, serta ketika diuji secara komparatif lintas negara di kawasan ASEAN.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui regresi data panel tidak seimbang (unbalanced panel data) pada perusahaan publik di ASEAN-6 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) selama 2020–2024, dengan total 1.804 observasi perusahaan-tahun. Variabel utama adalah Kinerja ESG beserta dimensinya, yaitu Environmental, Social, dan Governance. Risiko perusahaan diproksikan dengan beta saham sebagai risiko sistematis dan volatilitas return saham sebagai risiko total, dengan variabel kontrol meliputi profitabilitas, likuiditas, serta indikator makroekonomi. Spesifikasi model ditentukan melalui uji Chow, uji Lagrange Multiplier, dan uji Hausman.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa Kinerja ESG maupun dimensi Environmental, Social, dan Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap beta saham, meskipun koefisien cenderung negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa risiko sistematis lebih dominan dibentuk oleh dinamika pasar agregat dan kondisi makroekonomi dibandingkan karakteristik keberlanjutan internal perusahaan. Sebaliknya, Kinerja ESG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas return saham. Secara parsial, Environmental dan Social konsisten signifikan, sedangkan Governance tidak signifikan, yang mengisyaratkan bahwa aspek lingkungan dan sosial lebih cepat diinternalisasi pasar sebagai penekan risiko operasional dan reputasi, sementara manfaat tata kelola cenderung bersifat jangka panjang.

In increasingly integrated ASEAN capital markets, a firm’s risk profile is shaped not only by financial performance but also by its capacity to manage environmental, social, and governance-related risks. Stronger regional integration under AEC 2025 has accelerated cross-border capital flows and heightened investors’ attention to non-financial risks. However, empirical evidence on the role of ESG in investment risk remains inconclusive, particularly when risk is separated into systematic risk proxied by stock beta and total risk proxied by stock return volatility, and when examined across ASEAN countries.

This study applies a quantitative approach using unbalanced panel regression on publicly listed firms in ASEAN-6 (Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore, Thailand, and Vietnam) over 2020–2024, covering 1,804 firm-year observations. The key explanatory variable is ESG performance and its dimensions: Environmental, Social, and Governance. Corporate risk is measured using stock beta and stock return volatility, with controls for profitability, liquidity, and macroeconomic indicators. Model selection is conducted using the Chow, Lagrange Multiplier, and Hausman tests.

The results show that ESG performance and its three dimensions do not have a statistically significant effect on stock beta, although coefficients are generally negative, indicating that systematic risk is primarily driven by aggregate market and macroeconomic conditions rather than internal sustainability attributes. In contrast, ESG performance is negatively and significantly associated with stock return volatility. Dimension-level estimates indicate that Environmental and Social are consistently significant, whereas Governance is not, suggesting that environmental and social factors are incorporated by the market more quickly as channels that reduce operational and reputational risk, while governance benefits tend to emerge over a longer horizon.

Kata Kunci : Kinerja ESG, Risiko Perusahaan, Pasar Modal ASEAN

  1. S2-2026-547914-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547914-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547914-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547914-title.pdf