Karakterisasi Permukaan dan Bawah Permukaan Longsor Aktif Menggunakan LiDAR dan Tomografi Resistivitas Listrik
HUSNA RAFI JULIAS, Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.; Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Pemahaman
mengenai interaksi karakteristik permukaan dan bawah permukaan longsor penting dalam
mengembangkan tindakan mitigasi yang tepat. Teknik geoinformasi diperlukan untuk mengidentifikasi karakteristik permukaan yang merepresentasikan keadaan bawah permukaan. Penelitian ini berfokus
memahami perilaku dan fenomena longsor aktif di Kalisari, Megelang, Jawa Tengah.
Integrasi hasil karakteristik
longsor dan model kemiringan pohon juga dikembangkan.
Identifikasi karakteristik longsor dilakukan menggunakan Light Detection and
Ranging (LiDAR) dan Electrical Resistivity Tomography (ERT). Data
morfologi lereng dan parameter vegetasi (sudut dan azimut pohon) diekstrak dari
point cloud LiDAR sebagai indikator deformasi tanah. ERT digunakan untuk
memetakan bidang gelincir di bawah permukaan.
Pola karakteristik
permukaan longsor secara akurat merefleksikan distribusi material yang beragam
di bawah permukaan. Terutama dalam mengidentifikasi keberadaan klei berair dan
retakan yang relevan dengan bidang gelincir. Analisis
kemiringan pohon mengungkapkan pola sistematis yang selaras dengan arah
pergerakan massa (azimut 45–100°). Estimasi kemiringan pohon yang digunakan
mencapai akurasi sangat baik, dibuktikan dengan (R² = 0.87 untuk sudut; ?² =
0.85 untuk azimut). Kemiringan pohon dapat menjadi indikator aktivitas
longsor jika dibaca sebagai pola kelompok dan koheren dengan morfologi lereng.
Integrasi LiDAR dan ERT memberi dasar yang kuat untuk mendiagnosis karakteristik
longsor untuk pengembangan strategi mitigasi di lanskap vulkanik.
Understanding the
interaction between surface and subsurface characteristics of landslides is
essential for developing appropriate mitigation measures. Geoinformation
techniques are required to identify surface features that represent subsurface
conditions within the landslide body. This study focuses on understanding the
behaviour and processes of the active Kalisari landslide in Magelang, Central
Java. The integration between landslide characterization and a tree stem-lean
model is also developed. Landslide characteristics are identified using Light
Detection and Ranging (LiDAR) and Electrical Resistivity Tomography (ERT).
Slope morphology data and vegetation parameters (tree lean angle and azimuth)
are extracted from LiDAR point clouds as indicators of ground deformation. ERT
is used to identify slip surface in the subsurface.
Patterns of surface
characteristics accurately reflect the heterogeneous distribution of materials
in the subsurface, especially in identifying saturated zones and fractures that
are relevant to the slip surface. Tree-lean analysis reveals systematic patterns
that are aligned with the direction of mass movement (azimuth 45–100°). The
estimated tree-lean values achieve very good accuracy, as indicated by R² =
0.87 for lean angle and ?² = 0.85 for azimuth. Tree lean can serve as an
indicator of landslide activity when interpreted as spatially coherent group
patterns that are consistent with slope morphology. The integration of LiDAR
and ERT provides a robust basis for diagnosing landslide characteristics and
for developing mitigation strategies in volcanic landscapes.
Kata Kunci : ERT, kemiringan pohon, LiDAR, longsor