Faktor risiko kejadian diare pada anak tuberkulosis di Instalasi kesehatan anak RS Dr Sardjito
PUJIRAHAYU, Rahminingrum, dr. Suharyanto Supardi, MPH.,MSPH
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Penyakit tuberkulosis dan diare merupakan penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, baik di dunia maupun di Indonesia. Tuberkulosis pada anak dapat menimbulkan kematian juga setelah dewasa berperan menjadi sumber penularan. Anak yang menderita tuberkulosis daya tahan tubuhnya menurun sehingga sangat rentan terhadap penyakit infeksi lain diantaranya diare. Tuberkulosis yang diikuti dengan kejadian diare akan sangat mengganggu proses penyembuhan tuberkulosis itu sendiri. Sehingga dengan mengetahui faktor-faktor risiko kejadian diare pada anak tuberkulosis, faktor risiko tersebut dapat dikendalikan dan proses penyembuhan tuberkulosis anak berjalan dengan baik. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan rancangan studi kohor prospektif yang diikuti selama 2 bulan ke depan. Subjek penelitian sebanyak 78 anak yang menderita tuberkulosis, yang terdiri dari 39 anak kelompok terpapar (anak tuberkulosis dengan faktor risiko diare) dan 39 anak kelompok tidak terpapar (anak tuberkulosis tanpa faktor risiko diare). Pengumpulan data dengan cara wawancara dan memberi kartu cacatan diare pada orang tua anak yang diisi apabila anak mengalami diare selama masa penelitian. Hasil: Dari 10 variabel yang diduga sebagai faktor risiko diare pada anak tuberkulosis, 3 variabel bermakna secara statistik sebagai faktor risiko terjadinya diare pada anak tuberkulosis. Kesimpulan: Pendidikan ibu yang rendah, status gizi kurang dan imunisasi campak merupakan faktor risiko terjadinya diare pada anak tuberkulosis.
Background: Tuberculosis and diarrhea have turned to be higher causative diseases of morbidity and mortality both in the world and Indonesia. Tuberculosis in children may cause mortality, and after the children grow into adulthood, they play a role as infectious sources. The tenacity of children with tuberculosis has tended to reduce, and hence they are susceptible to infectious diseases, such as diarrhea. Tuberculosis followed with diarrhea incidences will highly disrupt recovery from tuberculosis itself. Identifying some risk factors of diarrhea in children with tuberculosis, therefore, such risk factors are presumably controlled and recovery process from tuberculosis well take place. Method: This was an observational research using prospective cohort-designed study with two months of follow-up period. Subjects involved 78 children with tuberculosis, consisted of 39 children in described group (tuberculosis children with risk factor of diarrhea) and 39 children in un-described group (tuberculosis children with no risk factor of diarrhea). Data were collected through interviews and by providing their parents with cards to record diarrhea incidences during research period. Results: Out of ten variables suspected as diarrhea risk factors in children with tuberculosis, two significant variables were statistically found as risk factors of diarrhea in children with tuberculosis. Conclusions : Lower maternal education, poor nutrient status and measles immunization became risk factors of diarrhea incidences in children with tuberculosis.
Kata Kunci : Epidemiologi,Anak TB,Diare, risk factor, tuberculosis in children, diarrhea