Persepsi Petani terhadap Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Kedelai Hitam di Banyuwangi
Cheva Meiza Husnul Arifin, Dr. Tri Harjaka, S.P,. M.P.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hama Tumbuhan
Kedelai hitam merupakan komoditas pangan
strategis yang berperan penting sebagai sumber protein dan bahan baku industri
pangan. Produksi kedelai hitam di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala,
terutama serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat menurunkan
hasil produksi. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi pendekatan yang ramah
lingkungan dan berkelanjutan, namun tingkat penerapannya di tingkat petani
dipengaruhi oleh persepsi petani itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh aspek internal serta persepsi petani dari aspek teknis,
sosial, dan ekonomi terhadap penerapan pengendalian hama terpadu pada budidaya
kedelai hitam di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel sensus terhadap
50 petani kedelai hitam. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur
menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan
regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani
terhadap aspek teknis dan aspek sosial berada pada kategori tinggi, sedangkan
persepsi aspek ekonomi berada pada kategori sedang. Secara parsial, aspek
sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan PHT, sementara
aspek ekonomi berpengaruh signifikan namun bersifat negatif. Aspek teknis tidak
menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, aspek teknis,
sosial, dan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penerapan pengendalian hama
terpadu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan PHT pada
budidaya kedelai hitam sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial, peran kelompok
tani, dan penyuluhan, serta perlu didukung oleh kebijakan ekonomi yang
mendorong keberlanjutan usaha tani.
Black soybean is a strategic food
commodity that plays an important role as a source of protein and raw material
for the food industry. However, its production in Indonesia is still
constrained by pest attacks that can significantly reduce yields. Integrated
Pest Management (IPM) is an environmentally friendly and sustainable approach,
yet its adoption among farmers is strongly influenced by farmers’ perceptions.
This study aimed to analyze the influence of internal factors and farmers’
perceptions from technical, social, and economic aspects on the implementation
of Integrated Pest Management in black soybean farming in Purwoharjo District,
Banyuwangi Regency. This research employed a quantitative method using a census
sampling technique involving 50 black soybean farmers. Data were collected
through structured interviews using questionnaires and analyzed using
descriptive analysis and multiple linear regression. The results showed that
farmers’ perceptions of technical and social aspects were classified as high,
while perceptions of economic aspects were moderate. Partially, the social
aspect had a positive and significant effect on IPM implementation, while the
economic aspect had a significant but negative effect. The technical aspect did
not show a significant partial effect. Simultaneously, technical, social, and
economic aspects had a significant effect on the implementation of Integrated
Pest Management. These findings indicate that the successful implementation of
IPM in black soybean farming is strongly influenced by social support, the role
of farmer groups, and extension services, and needs to be strengthened by
supportive economic policies to ensure sustainable farming.
Kata Kunci : aspek teknis, aspek sosial, aspek ekonomi, kedelai hitam, persepsi petani, pengendalian hama terpadu,