Laporkan Masalah

Tingkat sosial ekonomi, tinggi badan orang tua dan panjang badan lahir dengan tinggi badan anak baru masuk sekolah (TBABS) di Kota Palangka Raya

NORLIANI, Toto Sudargo, SKM.,M.Kes

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Keterlambatan pertumbuhan memanjang (stunting) pada anak baru masuk sekolah prevalensinya cukup tinggi di Propinsi Kalimantan Tengah yaitu sebesar 50.54%. Kondisi ini ditunjukkan pula dari tinggi badan (TB) yang rendah yaitu rata-rata 108.6cm pada anak laki-laki dan 107.7cm pada anak perempuan. Sedangkan rata-rata tinggi badan nasional sebesar 114.9cm pada laki-laki dan 114.0 cm pada perempuan. Di Kota Palangkaraya ada kecenderungan peningkatan TB anak, namun masih rendah dibawah rata – rata TB nasional. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara faktor sosial ekonomi, tinggi badan orang tua dan panjang badan waktu lahir dengan TBABS yang stunted dan tidak stunted di Kota Palangkaraya Propinsi Kalimantan Tengah. Metode :Jenis Penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan rancangan case control study. Sampel adalah anak baru masuk sekolah dasar usia 5 – 7 tahun di Kota palangkaraya. Data yang dikumpulkan adalah TB ornag tua, TB anak sekolah, panjang badan waktu lahir dan keadaan sosial ekonomi keluarga, (pendapatan dan pendidikan). Hasil : Berdasarkan uji chi square , TBABS berhubungan secara bermakna antara tingkat pendapatan keluarga (OR=3.0,CI=1.69– 5.38), pendidikan ayah (OR=2.15, CI=1.29-3.54), pendidikan ibu (OR=3.4, CI=2.04-5.68), tinggi badan ayah (OR=2.1, CI=1.28-3.61), tinggi badan ibu (or=2.2,ci=1.33-3.76), dan panjang badan lahir (OR=2.35,CI=0.96– 5.76) dengan kejadian stunted. Semuanya merupakan faktor risiko terhadap kejadian stunted pada anak sekolah. Dengan model regresi logistik ternyata tingkat pendidikan ibu yang rendah (OR=2.79, CI=1.42- 5.48 merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunted pada anak baru masuk sekolah. Kesimpulan : pendapatan keluarga, pendidikan ayah dan ibu, tinggi badan ayah dan ibu, serta panjang badan lahir berhubungan dengan kejadian stunted pada anak sekolah dan semua variabel merupakan faktor risiko. Dari 6 (enam) variable faktor risiko tersebut ternyata tingkat pendidikan ibu yang rendah merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunted pada anak baru masuk sekolah.

Background : Stunting among children starting primary school is highly prevalent in Central Kalimantan. It shows 50.54%. This condition is obviously showed by their short statures which are below the national avarege. Male is 108.6 cm and female is 107.7 cm while the national average shows 114.9cm for male and 114.0cm for female. Mainly in Palangkaraya, children’s height are increasing in every measurement, but yet those are still below the national average. Objective : The objectives of this research was to study the corelation of socioeconomic factor, parent’s height, and length at birth with height of children starting primary school in Palangkaraya, Central Kalimantan. Study Design : This was observational with case control study. Subjects were 96 stunted children as cases and 192 non stunted children as control. The age is between 5 – 7 years old. Research was base on height of children starting primary school, length at birth, socio-economic performance (income and education), and parent’s height. The data were to know the corelation of each factors among stunted and non stunted children. Results : Chi-square test showed there was significantly correlation (p<0.25) between family’s income (OR=3.0, CI=1.69-5.38), father’s education level (OR=2.15, CI=1.29-3.54), mother’s education level (OR=3.4, CI=2.04-5.68), father’s height (OR=2.1, CI=1.28-3.61), mother’s height (OR=2.2, CI=1.33– 3.76) and length at birth (OR=2.35, CI=0.96-5.76) with stunting among and those were the risk factor of stunting among children starting primary school. Logistric regression model showed the most important risk factors of stunting (p<0,05) is mother’s education level (OR=2.79 CI=1.42-5.48) ConcIusion : Family’s income, family’s education, parent’s height and length at birth contributed to height of children starting primary school significantly. The most important risk factor is mother education level.

Kata Kunci : Gizi Anak,Tinggi Badan Anak,Sosial Ekonomi dan Tinggi Badan Orang Tua,stunted, length at birth, education, parent’s height, primary school children


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.