Prevalensi Masalah Emosi dan Perilaku pada Anak Usia 2-5 Tahun dan Faktor Determinannya: Sebuah Studi Potong Lintang di Populasi Semi-Urban Indonesia
Dinar Hanifah, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K)
2026 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang: Gangguan emosi dan perilaku merupakan kondisi yang banyak dialami oleh anak usia prasekolah dan dapat berdampak jangka panjang dan menetap hingga dewasa. Identifikasi faktor-faktor determinan diperlukan untuk menentukan upaya pencegahan dan intervensi dini yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi masalah emosi dan perilaku pada anak usia prasekolah di Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang berbasis komunitas yang dilakukan di Kabupaten Sleman, Indonesia, pada Juli – Agustus 2022. Subjek adalah anak usia 2–5 tahun beserta orang tuanya yang dipilih melalui skema Health and Demography Surveillance System (HDSS) Sleman. Deteksi masalah emosi dan perilaku pada anak serta risiko depresi pada orang tua dilakukan menggunakan instrumen Brief Early Childhood Screening Assessment (ECSA) versi Indonesia.
Hasil: Penelitian melibatkan 214 anak dan pengasuh. Prevalensi masalah emosi dan perilaku pada anak usia prasekolah adalah 27,1%, sementara 23,4% orang tua menunjukkan risiko depresi. Berdasarkan analisis regresi multivariat, faktor yang berhubungan dengan masalah emosi dan perilaku pada anak adalah anak yang tinggal dengan orang tua yang memiliki risiko depresi (aOR 2,91; IK 95% 1,46–5,81) serta anak yang tinggal di wilayah urban (aOR 4,30; IK 95% 1,24–14,89).
Kesimpulan: Prevalensi masalah emosi dan perilaku pada anak prasekolah di Sleman, Indonesia cukup tinggi dibandingkan beberapa studi dari negara Asia lainnya. Risiko depresi pada orang tua serta tempat tinggal di area urban berhubungan signifikan dengan peluang lebih tinggi terjadinya masalah emosi dan perilaku pada anak. Deteksi dan intervensi dini anak dengan masalah emosi dan perilaku sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan mencegah gangguan mental di kemudian hari. Peningkatan kesehatan mental orang tua juga perlu menjadi perhatian, mengingat kesiapan mental, emosional, dan fisik orang tua sangat berpengaruh terhadap pengasuhan anak.
Background: Behavioral and emotional problems (BEPs) affect a significant proportion of preschool-aged children, with enduring consequences in later life. Assessment of determinant factors is required to design appropriate prevention and early interventions. This study aimed to assess the prevalence of BEPs and their determinant factors in preschool-aged children in Indonesia.
Methods: We conducted a community-based cross-sectional study in Sleman District, Indonesia, from July to August 2022. We recruited children aged 2-5 years and their parents using the Sleman Health and Demography Surveillance System (HDSS) framework. We used the Brief Early Childhood Screening Assessment (ECSA) to detect BEPs in children and parents risk of depression.
Results: We recruited 214 children and their caregivers. The prevalence of BEPs in young children was 27.1%, and 23.4% of parents had a risk of depression. Based on the multivariate regression analysis, factors associated with BEPs encompass children whose parents have a risk of depression with an adjusted OR of 2.91 (95% CI 1.46-5.81) and children living in urban areas with an adjusted OR of 4.3 (95% CI 1.24-14.89).
Conclusion: The study identified the prevalence of BEPs among preschoolers in Sleman, Indonesia, was relatively high compared to previous studies from Asian countries. There was a significant association between parental risk of depression and living area with BEPs in children. Early detection and intervention of BEPs in children are essential to improve well-being and prevent mental illness. Improving parents’ mental health is also important, as they need to be mentally, emotionally, and physically prepared for the responsibilities of parenthood.
Kata Kunci : behavioral and emotional problems, child behavior, preschool children, maternal depression