Kesiapsiagaan Masyarakat Permukiman Kumuh di Kelurahan Oesapa Kota Kupang terhadap Bencana Banjir Rob
Fatnarika Beta Haqi, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si. ; Prof. Lutfi Muta’ali, S.Si., M.T.
2026 | Tesis | S2 Geografi
Permukiman kumuh di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang memiliki kerentanan terhadap bencana banjir rob. Hal ini diperparah dengan adanya permukiman kumuh yang berada di daerah pesisir utara Kota Kupang. Upaya kesiapsiagaan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana. Namun, tingkat kesiapsiagaan masyarakat di kawasan permukiman kumuh belum diketahui secara pasti, terutama jika ditinjau berdasarkan perbedaan zona paparan bahaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapsiagaan masyarakat permukiman kumuh di Kelurahan Oesapa terhadap bencana banjir rob berdasarkan zona bahaya; menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan; dan merumuskan strategi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat berbasis karakteristik zona wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain Explanatory Sequential, Unit analisis adalah rumah tangga di kawasan permukiman kumuh pesisir Kelurahan Oesapa, dengan teknik stratified random sampling berdasarkan zona bahaya banjir rob. Analisis data meliputi: skoring, uji chi-square, regresi, dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum masih berada pada kategori “kurang siap” hingga “hampir siap”. Zona Bahaya Tinggi memiliki tingkat kesiapsiagaan relatif lebih tinggi dibandingkan Zona Bahaya Sedang dan Rendah. Analisis regresi menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan adalah faktor kognitif/psikologis, pengalaman menghadapi bencana, dan modal sosial
Strategi peningkatan kesiapsiagaan perlu berbasis zona wilayah, menekankan penguatan modal sosial dan kapasitas komunitas, dan mengintegrasikan edukasi kebencanaan, pemanfaatan teknologi informasi, dan program peningkatan kualitas permukiman kumuh. Pendekatan yang direkomendasikan bersifat sosial, kelembagaan, dan spasial yang terintegrasi.
Slum settlements in Oesapa Sub-district, Kupang City, are vulnerable to tidal flooding disasters. This condition is exacerbated by the presence of slum settlements located along the northern coastal area of Kupang City. Preparedness efforts are one of the measures that can be undertaken in dealing with disasters. However, the level of community preparedness in slum areas is not yet clearly known, especially when examined based on differences in hazard exposure zones and the factors influencing them.
This study aims to assess the level of preparedness of slum community households in Oesapa Sub-district toward tidal flooding disasters based on hazard zones; to analyze the factors influencing preparedness; and to formulate strategies for improving community preparedness based on zonal characteristics. The research employs a mixed-methods approach with an Explanatory Sequential design. The unit of analysis is households in the coastal slum area of Oesapa Sub-district, with stratified random sampling based on tidal flood hazard zones. Data analysis includes scoring, Chi-square tests, regression analysis, and SWOT analysis.
The results show that the overall level of community preparedness is still in the categories of “less prepared” to “almost prepared.” The High Hazard Zone has a relatively higher level of preparedness compared to the Medium and Low Hazard Zones. Regression analysis indicates that the factors that significantly influence preparedness are cognitive/psychological factors, disaster experience, and social capital.
Strategies for improving preparedness need to be zone-based, emphasize the strengthening of social capital and community capacity, and integrate disaster education, the use of information technology, and slum upgrading programs. The recommended approach is integrated across social, institutional, and spatial dimensions.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Permukiman Kumuh, Banjir Rob, Oesapa, Kota Kupang