Analisis Pengaruh Faktor Individu dan Karakteristik Pekerjaan terhadap Keluhan Muskuloskeletal pada Pergelangan Tangan
Anggit Wirama Siwidati, dr. Nur Arfian, Ph.D; Ari Prayogo Pribadi, ST., MT., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Studi
pendahuluan pada pekerja workshop PT. X menunjukkan tingginya keluhan
sakit pergelangan tangan (55,8%) disertai postur kerja berisiko tinggi dan
kondisi psikologis yang kurang baik, yang berpotensi menurunkan produktivitas
pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor individu
dan karakteristik pekerjaan terhadap keluhan muskuloskeletal pada pergelangan
tangan pekerja workshop PT. X.
Metode: Penelitian ini
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh pekerja workshop bagian fabrikasi
yang bertugas menggunakan alat kerja bergetar (gerinda dan bor) di PT. X yaitu sebanyak
69 orang (total sampling). Variabel dependen adalah keluhan
muskuloskeletal pada pergelangan tangan, sedangkan variabel independen meliputi
usia, masa kerja, status gizi, kondisi psikologis, postur kerja, gerakan
berulang, dan durasi kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan
observasi lapangan. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis
bivariat berupa uji chi-square dan fisher’s exact, serta analisis
multivariabel berupa regresi logistik biner.
Hasil: Sebanyak 66.7% pekerja mengalami keluhan muskuloskeletal pada pergelangan tangan, dengan mayoritas berupa nyeri neuropati (82.61%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara masa kerja (p=0.006), postur kerja (p<0 p=0.001) OR=17.868) OR=11.836)>Kesimpulan: Postur kerja janggal pada pergelangan dan gerakan kerja berulang merupakan faktor utama yang meningkatkan risiko keluhan muskuloskeletal pada pergelangan tangan pekerja workshop PT. X.
Background: A
preliminary study among workshop workers at PT. X revealed a high prevalence of
wrist pain complaints (55.8%), accompanied by high-risk working postures and
unfavorable psychological conditions, which may negatively affect worker
productivity. This study aimed to examine the influence of individual factors
and job characteristics on wrist musculoskeletal complaints among workshop
workers at PT. X.
Methods: This
study employed an observational analytic design with a cross-sectional
approach. The study population and sample consisted of all fabrication workshop
workers who used vibrating tools (grinders and drills) at PT. X, totaling 69
workers (total sampling). The dependent variable was wrist musculoskeletal
complaints, while the independent variables included age, length of employment,
nutritional status, psychological condition, working posture, repetitive
motion, and working duration. Data were collected through questionnaires and
field observations. Data analysis included univariate analysis, bivariate
analysis using chi-square and Fisher’s exact tests, and multivariate analysis
using binary logistic regression.
Results: A total of 66.7% of workers experienced wrist musculoskeletal complaints, with the majority classified as neuropathic pain (82.61%). Bivariate analysis showed significant associations between length of employment (p = 0.006), working posture (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>Conclusion: Awkward wrist postures and repetitive work movements are the primary factors increasing the risk of wrist musculoskeletal complaints among workshop workers at PT. X.
Kata Kunci : Faktor Individu, Karakteristik Pekerjaan, Keluhan Muskuloskeletal pada Pergelangan Tangan