Perancangan Sistem Cold Ironing dengan Sumber Energi Hybrid di Pelabuhan Tanjung Emas
Wahyu Ardi Santosa, Prof. Dr.Eng. Ir. F. Danang Wijaya, S.T., M.T., IPM.; Dr.-Ing. Ir. Yohan Fajar Sidik, S.T., M.Eng.
2026 | Tesis | S2 Teknik Elektro
Pelabuhan di seluruh dunia menghadapi tantangan energi yang signifikan akibat ketergantungan generator diesel, dengan meningkatnya permintaan listrik dari operasional yang memerlukan solusi catu daya berkelanjutan untuk mencapai target nol emisi. Penelitian ini mengkaji sistem hybrid PLTS dan listrik jaringan nasional di Pelabuhan Tanjung Emas, dengan kapasitas 6.250 kWp untuk mengatasi emisi karbon dari kapal bertenaga bahan bakar fosil melalui sistem cold ironing. Studi ini melakukan simulasi aliran daya dan analisis emisi pada kondisi operasional normal dan skenario intermiten PLTS. Hasil menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan tegangan, tetap sesuai standar SPLN No.1 Tahun 1995 yaitu 0,90 hingga 1,05 per unit pada kedua kondisi. Sistem PLTS terisolasi berhasil menyuplai terminal listrik di dermaga dan bangunan kantor meski pada kondisi iradiasi minimum. Sumber PLTS berkontribusi 43,8% terhadap sistem pasokan jaringan hybrid untuk operasi cold ironing. Sistem catu dayahybrid menunjukkan manfaat lingkungan dan ekonomi yang signifikan, mencapai pengurangan emisi 61,33% dibandingkan sistem berbasis diesel dan penghematan biaya 86,55?ri pembangkit diesel. Sistem hybrid ini secara efektif mengurangi emisi CO2 sekaligus mempertahankan keandalan operasional dan stabilitas jaringan dalam mendukung transisi energi pelabuhan. Implementasi ini mendukung target pengurangan karbon Indonesia yang tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sembari mengatasi tingginya permintaan perdagangan maritim. Temuan ini memberikan fondasi teknis yang kuat untuk memajukan Pelabuhan Tanjung Emas menuju pelabuhan pintar internasional, mendemonstrasikan kelayakan integrasi energi terbarukan dalam sistem mikrogrid pelabuhan untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan operasional.
Ports worldwide face critical
energy challenges due to their dependency on diesel generators, with increasing
electricity demand from operations requiring sustainable power supply solutions
to achieve net-zero emission targets. This research examines a hybrid PV and
national grid electricity system at Tanjung Emas Port, featuring a rooftop PV
installation with 6,250 kWp capacity to address carbon emissions from fossil
fuel-powered ships through cold ironing systems. The study conducts power flow
simulation and emission analysis under normal operational conditions and PV
intermittency scenarios. Results demonstrate that voltage levels remain within
SPLN 1:1995 standards (0.90 to 1.05 per unit) under both conditions. The
islanded PV system successfully supplies outlet boxes at terminals and office
buildings despite minimum irradiance conditions. PV sources contribute 43.8% to
the hybrid grid supply system for cold ironing operations. The solar-powered
shore power system demonstrates significant environmental and economic benefits,
achieving a 61.33% reduction in emissions compared to diesel-based systems and
86.55% cost savings over diesel generation. This hybrid system effectively
reduces CO2 emissions while maintaining operational reliability and
grid stability, thereby supporting the port’s energy transition. The implementation
supports Indonesia’s carbon reduction targets outlined in the Nationally
Determined Contribution (NDC) while addressing the high demand for maritime
trade. These findings provide a robust technical foundation for advancing
Tanjung Emas Port toward becoming an international smart port, demonstrating
the feasibility of renewable energy integration in port microgrid systems to
enhance environmental sustainability and operational resilience.
Kata Kunci : Cold Ironing, Pengurangan Emisi, Aliran Daya, Mikrogrid, Transisi Energi