Peran Faith-based Organization Muhammadiyah dalam Memenuhi Hak Keamanan Manusia Pekerja Migran Asal Lampung di Malaysia
Dimas Adi Nugroho, Prof. Dr. Moh Mohtar Mas'oed, M.A.
2026 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi keagamaan modern terbesar di Indonesia
yang memiliki konsentrasi terhadap dakwah sosial-kemanusiaan. Pada usianya yang menginjak
seratus tahun pertama, organisasi ini berupaya untuk lebih adaptif dengan mengusung misi
internasionalisasi Muhammadiyah di mana berfokus pada isu-isu kemanusiaan kontemporer.
Dalam konteks dinamika internasionai, isu non-tradisional secara khusus kemanusiaan
kontemporer memiliki banyak studi kasus, salah satunya keamanan pekerja migran. Melihat
hal tersebut, Muhammadiyah melalui kekuatan sumber daya organisasinya berkolaborasi
dengan berbagai elemen yakni negara maupun aktor non-negara lain berupaya untuk memenuhi
hak-hak kemanusiaan pekerja migran Indonesia (PMI). Artikel ini akan menguraikan
bagaimana peran Muhammadiyah melalui dakwah filantropinya dalam memenuhi hak-hak
keamanan pekerja migran Indonesia asal Lampung di Malaysia. Penelitian ini menggunakan
pendekatan analisis-deskriptif melalui data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini didapati
bahwa, upaya Muhammadiyah dalam memenuhi hak-hak pekerja migran asal Lampung di
Malaysia dilakukan melalui program Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMu). Program ini
diinisiasi oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat pada fase pra-keberangkatan, bekerja,
hingga purna. Upaya filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah meliputi capacity
building, income generation, dan policy advocacy dalam memenuhi dimensi keamanan
personal, ekonomi, dan politik.
Muhammadiyah is one of the largest modern religious organizations in Indonesia that has a
concentration on social-humanitarian da'wah. At the age of one hundred years, this
organization strives to be more adaptive by carrying out the mission of internationalization of
Muhammadiyah which focuses on contemporary humanitarian issues. In the context of
international dynamics, non-traditional issues, especially contemporary humanity, have many
case studies, one of which is the security of migrant workers. Seeing this, Muhammadiyah
through the strength of its organizational resources collaborates with various elements, namely
the state and other non-state actors to fulfill the human rights of Indonesian migrant workers
(PMI). This article will describe the role of Muhammadiyah through its philanthropic da'wah
in fulfilling the security rights of Indonesian migrant workers from Lampung in Malaysia. This
study uses an analytical-descriptive approach through primary and secondary data. The results
of this study found that Muhammadiyah's efforts to fulfill the rights of migrant workers from
Lampung in Malaysia were carried out through the Friends of Migrant Progress (SaranMu)
program. This program was initiated by the Community Empowerment Assembly in the pre-
departure, working, and retirement phases. Philanthropic efforts carried out by Muhammadiyah
include capacity building, income generation, and policy advocacy in fulfilling the dimensions
of personal, economic, and political security.
Kata Kunci : Muhammadiyah; Faith-based organization; Keamanan manusia; Pekerja migran Indonesia