Laporkan Masalah

Analisis anggaran pengelolaan limbah cair di RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makasar

GASONG, Irene S, Ir. Darmanto, Dipl.HE.,MSc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Limbah cair rumah sakit adalah air sisa kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung bahan kimia, mikroorganisme patogen dan bahan radioaktif, sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia dan mengganggu lingkungan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengelolaan untuk mengurangi dampak negatif limbah tersebut. Pengelolaan limbah cair membutuhkan biaya yang diperoleh dari anggaran rutin tahunan rumah sakit. Biaya tersebut seringkali menjadi salah satu faktor kendala untuk melakukan kegiatan pengolahan limbah cair. Hal ini disebabkan biaya yang dibutuhkan cukup besar meliputi biaya investasi, operasional dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya operasional pengelolaan limbah cair setiap tahunnya dan beban pengelolaan yang ditanggung setiap pasien. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kasus di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Data dianalisis secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran data sekunder, sedangkan data primer melalui wawancara dan observasi. Subyek penelitian adalah kepala sub Sanitasi, Operator IPAL dan Kepala divisi Akuntansi. Hasil Penelitian: Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit sebesar 59.878 m³/tahun membutuhkan biaya pengelolaan untuk kegiatan operasional sebesar Rp 57.951.320/tahun. Biaya tersebut dibutuhkan untuk biaya listrik, pemeliharaan dan pembersihan, bahan habis pakai, SDM dan pemeriksaan hasil pengolahan limbah cair. Komponen biaya terbesar yaitu untuk SDM dan yang terkecil untuk pemeriksaan hasil pengolahan limbah cair. Setiap pasien menanggung biaya operasional pengelolaan limbah cair sebesar Rp 612/tt/hari melalui tarif rawat inap. Kesimpulan: Biaya operasional yang dibutuhkan rumah sakit untuk mengolah limbah cair adalah sebesar Rp 57.951.320/tahun. Biaya operasional pengolahan limbah cair dibebankan pada setiap pasien melalui retribusi tarif rawat inap. Retribusi tersebut merupakan pendapatan bagi rumah sakit.

Background: Hospital liquid waste is water residue from hospital activity which has possibility containing chemicals substance, pathogen microorganism and radioactive material, so that can endanger human being health and damaged environment. Therefore, it is required to be conducted a processing to lessen negative impact of the waste. Management of liquid waste requires expense obtained from hospital’s annual routine budget. The expense often becomes one of constraint factor to conduct activity of liquid waste processing. This is caused by such a big amount the expense required covering investment, operational and maintenance costs. This study was aimed to analyze operational cost of liquid waste processing yearly and the processing cost which is the responsibility of every patient. Methods: This was a case study at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Data was analysed descriptively. They derived from secondary data and primary data, the latter of wich were obtained from in interview and observation. The subject of study were head of Sub-Sanitation, Waste Management Installation Operator and Head of Accounting Division. Result: Liquid waste yielded by the hospital equal to 59.878 m³/year required processing expense for operational activity equal to Rp. 57.951.320/year. The expense was required for the cost of electric, maintenance, and sweeping, disposable material, Human Resources and inspection of result of liquid waste processing. The biggest expense component that was for Human Resource while the smallest was for inspection of result of liquid waste processing. Every patient responsible for operating expenses of management of liquid waste equal to Rp 612/tt/day that was charged to the lodging take care tariff. Conclusion. Operating expense required by the hospital for the liquid waste processing was equal to Rp 57.951.320/year. Operating expenses of liquid waste processing was charged to every patient through tariff retribution of lodging take care. The retribution represented earnings for hospital.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Anggaran Pengelolaan Limbah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.