Kualitas pelayanan rujukan sebagai faktor risiko kematian perinatal di RSUD Abepura Jayapura
BARENDS, Nikodemus, dr. Adi Utarini, MPH.,MSc.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Hasil survei Dinas Kesehatan Propinsi Papua tahun 2000 melaporkan bahwa angka kematian neonatal, bayi, balita masih tinggi di Papua. Angka kematian perinatal di RSUD Abepura cenderung meningkat dari 36 per 1000 kelahiran hidup (2001), 42 per 1000 kelahiran hidup (2002), dan 42 per 1000 kelahiran hidup (2003). Kematian perinatal terutama terjadi pada kasus-kasus rujukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko kematian perinatal dari aspek proses pelayanan rujukan, karakteristik ibu dan persalinannya di RSUD Abepura Jayapura. Metode : Penelitian ini merupakan cross sectional survey. Subjek penelitian adalah semua kasus perinatal yang dirujuk oleh tenaga kesehatan atau bukan tenaga kesehatan selama periode bulan Mei 2003 sampai Februari 2004, dengan jumlah kasus sebanyak 113. Data dikumpulkan dengan panduan kuesioner/daftar tilik. Untuk menguji kemaknaan terjadinya kematian perinatal dengan faktor risiko digunakan analisis risiko relatif dengan confidence interval 95% dan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ibu dan persalinan yang bermakna terhadap risiko kematian perinatal adalah pendidikan ibu (RR=3,34; p=0,036), penolong persalinan (RR=2,47; p=0,044), dan berat bayi lahir (RR=4,59; p=0,017). Kualitas pelayanan primer yang bermakna terhadap risiko kematian adalah keputusan merujuk (RR=19; p=0,000) dan stabilisasi bayi (RR=10,13; p=0,004), sedangkan kualitas pelayanan rumah sakit yang bermakna adalah kualifikasi petugas jaga (RR=6,58; p=0,020), pemeriksaan dokter (RR=7,2; p=0,021) dan keparahan penyakit (RR=6,51; p=0,022). Kesimpulan : Faktor risiko kematian perinatal di RSUD Abepura meliputi kualitas pelayanan primer (keputusan merujuk, stabilisasi pasien), kualitas pelayanan rumah sakit (kualifikasi petugas jaga, pemeriksaan dokter), keparahan penyakit serta karakteristik ibu dan persalinannya (pendidikan ibu, penolong persalinan, berat bayi lahir).
Background : Infant, neonatal and underfive mortality rates in Papua province were still high based on a survey conducted in year 2000. In Abepura district hospital, perinatal mortality rate increased from 36, 42 to 49/1000 live births in year 2001, 2002 and 2003, respectively. The majority of perinatal deaths occurred among referral cases. This study aimed to identify service related risk factors among the referred cases. Method : The study applied cross sectional survey. All perinatal cases referred by health staff or non health staff from May 2003 to February 2004 (113 cases) were used in this study and data collected through questionnaire and check list. Relative risk with 95% confidence interval and logistic regression were calculated. Result : The result of the study showed that mothers’ and childbirth characteristics significant to perinatal death risk were mothers education (RR=3,34; p=0,036), delivery assistance (RR=2,47; p=0,004), birth weight (RR=4,59; p=0,017). Quality of primary service significant to perinatal death risk were referral decision (RR=19; p=0,000) and infant stability (RR=10,3; p=0,004) whereas significant factors in hospital service quality were staff qualification upon admission (RR=6,58; p=0,02), doctor’s examination (RR=7,2; p=0,021) and disease severity (RR=6,51; p=0,022). Conclusion : Mothers’ education, birth assistant and birth weight, decision to refer, infant stability, staff qualification, doctors’ examination and case severity were risk factors of perinatal death. Further intervention should be planned to reduce perinatal death.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Kualitas Layanan Rujukan,Kematian Perinatal,Perinatal death, referral process, service-related risk factors, hospital-based survey, Papua