Laporkan Masalah

INDUKSI KETAHANAN TANAMAN MELON DENGAN SINAR ULTRAVIOLET-B TERHADAP Podosphaera xanthii BERDASARKAN ANALISIS HISTOLOGIS

PUTRI NABILA NAZIROH, Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.; Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D. IPU

2026 | Tesis | S2 Fitopatologi

Secara umum telah diketahui bahwa iradiasi UV-B pada tahap bibit maupun tanaman dewasa dapat mempengaruhi ekspresi gen yang mengarah pada perubahan biokimia serta morfologi tanaman. Meskipun demikian, kajian mengenai dampak histologis dan potensi pemanfaatan iradiasi UV-B pada bibit melon masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek iradiasi UV-B dengan variasi frekuensi penyinaran pada bibit melon serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap karakter respons histologis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari lima perlakuan dengan tujuh ulangan, yaitu : tanaman kontrol tanpa perlakuan (X0I0), tanaman tanpa penyinaran UV-B dan diinokulasi Podosphaera xanthii (X0I1), tanaman yang disinari UV-B 60 menit satu kali dan diinokulasi P. xanthii (X60I1), tanaman yang disinari UV-B 60 menit dua kali dan diinokulasi P. xanthii (X60I2) tanaman yang disinari UV-B 60 menit tiga kali dan diinokulasi P. xanthii (X60I3). Penelitian ini mengkaji insidensi penyakit, intensitas penyakit, AUDPC, kandungan klorofil, lignifikasi, lebar bukaan stomata, serta histologis jaringan daun melon. Hasil penelitian menunjukkan pemberian paparan UV-B pada benih melon tiga kali pada malam hari dengan panjang gelombang 310 nm dan dosis 21,7 kJ/m2 dapat menekan penyakit embun tepung. Selain itu, iradiasi UV-B mampu meningkatkan kandungan klorofil secara signifikan pada tanaman dan meningkatkan intensitas penebalan lignin dibandingkan dengan tanaman tanpa iradiasi UV-B. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan menggunakan radiasi UV-B memiliki potensi sebagai strategi ramah lingkungan untuk meningkatkan ketahanan tanaman sekaligus menekan ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia dalam penerapan pertanian berkelanjutan.

It is generally known that UV-B irradiation at various plant stages can affect gene expression, leading to biochemical and morphological changes in plants. However, studies on the histological effects and potential uses of UV-B irradiation on melon seedlings are still relatively limited. This study aims to examine the effects of UV-B irradiation with varying irradiation frequencies on melon seedlings and evaluate its influence on histological response characteristics. This study used a completely randomized design (CRD), consisting of five treatments with seven replicates, namely: control plants without treatment (X0I0), plants without UV-B irradiation and inoculated with P. xanthii (X0I1), plants irradiated with UV-B 60 minutes once and inoculated with Podosphaera xanthii  (X60I1), plants irradiated with UV-B 60 minutes twice and inoculated with P. xanthii (X60I2), and plants irradiated with UV-B 60 minutes three times and inoculated with P. xanthii (X60I3). This study examined disease incidence, disease intensity, AUDPC, chlorophyll content, lignification, stomatal aperture width, and melon leaf tissue histology. The results showed that exposing melon seeds to UV-B three times at night with a wavelength of 310 nm and a dose of 21.7 kJ/m2 could suppress powdery mildew disease. In addition, UV-B irradiation significantly increased chlorophyll content in plants and increased lignin thickening intensity compared to plants without UV-B irradiation. From these results, it can be concluded that UV-B radiation treatment has the potential as an environmentally friendly strategy to increase plant resistance while reducing dependence on chemical pesticides in sustainable agriculture.

Kata Kunci : Induksi ketahanan, Ultraviolet-B, Histologi, Podosphaera xanthii, Embun Tepung

  1. S2-2026-528955-abstract.pdf  
  2. S2-2026-528955-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-528955-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-528955-title.pdf